Tips Melatih Pemasteran

Dalam istilah burung pemasteran adalah suatu usaha untuk melatih burung supaya bisa menirukan suara burung lain dengan baik. Misalnya suara burung lovebird, cililin, burung gereja, cucak jenggot, kenari, dan bahkan juga bisa menirukan suara belalang dan jangkrik. Para pemain burung biasanya melakukan pemasteran pada burung-burung yang akan diikutkan acara lomba burung, misalnya kacer, burung cucak ijo, burung murai, anis dan berbagai jenis burung yang lain.
Para pecinta burung di Indonesia menganggap pemasteran burung ini menjadi sesuatu yang wajib karena mereka ingin menjadikan burungnya memiliki suara isian yang lebih komplit dan bervariasi.
Burung yang dimaster ini nantinya akan mampu meniru suara dari beberapa jenis burung ocehan yang lain, tentu saja suara burung master yang konon katanya harus mempunyai tonjolan atau tembakan-tembakan yang dahsyat tajam dan keras.
Tingkat kecerdasan dan daya tangkap dari burung yang dimaster sangat menentukan masuk tidaknya suara burung master.
Ada beberapa jenis burung yang mudah untuk dimaster dan ada juga yang cukup sulit untuk dimaster. Namun adapula yang mudah lupa dan ada juga yang mudah masuk.
Jenis burung yang termasuk cerdas, mampu menirukan suara burung lain, dan memiliki daya ingatan yang kuat untuk mengingat suara adalah anis, murai batu, kacer, cucak ijo, cendet, dan branjangan.
Anda harus memperhatikan kualitas burung master sebelum melakukan pemasteran. Selain itu anda juga harus memilih burung-burung master, dan memperhatikan jenis suara serta lagu yang akan dimaster.
Langkah-langkah tersebut akan memudahkan burung yang akan dimaster dari mulai lagunya hingga tingkat volume burung tersebut.
1. Pemasteran dengan menggunakan suara burung elektronik
Pemasteran dengan menggunakan suara burung elektronik merupakan suatu cara yang paling mudah untuk dilakukan. Alasannya adalah karena anda tidak perlu repot-repot harus memandikan, menjemur, memberi makanan dan perawatan yang lain.
Meskipun cara ini masih ditentang oleh sebagian pecinta lomba burung namun cara ini bisa menghemat pengeluaran sekaligus cukup mudah untuk dilakukan dan lebih efektif.
Alasannya adalah di dalam satu perangkat anda bisa mendapatkan berbagai macam suara burung master. Sekarang coba anda hitung berapa kira-kira uang yang akan anda habiskan jika harus membeli jenis-jenis burung yang ada di dalam suara perangkat tersebut.
Jika anda menggunakan cara ini maka secara tidak langsung anda sudah mendukung program konservasi alam untuk menjaga dan melesatarikan supaya burung-burung master tetap ada di alamnya.
Ada juga para penggemar burung yang berpendapat bahwa dalam memaster burung akan lebih baik jika menggunakan burung master aslinya yang sudah benar-benar gacor.
Sebenarnya ada benarnya juga karena selama ini banyak dari para penggemar burung yang menemukan suara master dalam bentuk kaset, CD atau kaset yang banyak beredar dipasaran ternyata tidak sesuai dengan standar dengar untuk burung berkicau, baik dari frekwensi suara atau dari segi kualitas suara.
Pada kenyataannya yang pasti burung-burung anda yang di master pasti akan menirukan suaranya yang bersumber dari perangkat elektronik tersebut dan hasilnya akan sama persis dengan suara burung master yang mirip dengan burung master, jadi bukannya suara dari burung master yang asli pada umumnya, ini yang banyak tidak disadari.
Sebaiknya pergunakanlah rekaman suara burung master yang benar-benar telah disesuaikan dengan standart untuk burung berkicau yang natural dan tidak mengalami deviasi suara. Dengan kata lain suara akan benar-benar mirip dengan suara burung aslinya.

2. Memaster burung dengan burung master aslinya
Memaster dengan burung master yaitu sebagai contohnya, misalkan burung murai dimaster dengan cililin, cucak jenggot, ciblek, atau kenari dll, agar si murai dapat menirukan suara burung cucak jenggot dan kenari.
Hampir semua mengarah dan mengacu pada hasil akhir burung yang dimaster, yaitu variasi lagu dan tembakan adalah syarat mutlak yang harus ditiru dan harus ada, karena inti dari memaster itu adalah adanya tembakan dan irama lagu yang akan dibawa.
Bukan itu saja, selain tembakan dan tonjolan-tonjolan yang dibawa agar burung bisa tampil lebih istimewa dan dahsyat maka perlu ditambahkan variasi speed atau kecepatan dalam membawakan lagu, speed rapat biasanya paling diutamakan dalam burung lomba dilapangan.
Maka dari itu anda juga harus mencari burung master yang memiliki speed rapat seperti cucak jenggot, burung gereja, kenari dan lovebird.
Didalam memaster burung sebenarnya para pemain burung-burung lomba sudah mempunyai cara dan kiat-kita sendiri.
Misalnya dalam cara penempatan burung sebisa mungkin dibuat nyaman dan tenang agar burung dengan mudah dan jelas mendengarkan burung masternya dan akan cepat menirukan burung masternya.
Juga dalam menggantang, biasanya atau ada juga posisi master berada diatas burung yang akan dimaster dengan jarak yang tidak terlalu dekat sehingga antara maaster dan burung yang akan dimaster tidak saling dilihat.
Burung yang akan dimaster juga bisa dikerodong supaya hasilnya bisa lebih optimal, karena jika saling melihat dapat menyebabkan stres atau down dari salah satu burung tersebut.

Burung Sirpu

Si kecil mungil bersuara indah ini mulai terlupakan dalam dunia kicauan burung. Di kalangan penggemar burung kicauan sepertinya saat ini tidak begitu bergairah lagi untuk memelihara maupun mencetak burung mungil ini menjadi suatu burung yang layak untuk dipertandingkan. Padahal dari segi kecerdasan burung ini tidak kalah kemampuannya untuk bersaing dengan burung-burung kicauan lain yang saat ini digemari seperti murai batu, kacer maupun cucak hijau dan lain-lain.


Burung Sirpu ini memiliki nama ilmiah Aegithina tiphia, dan memiliki nama lokal yang lumayan banyak untuk setiap daerah yang memiliki burung ini. Mulai dari sirpu, sirtu, cipew, catow dan cipoh.

Sekilas burung memiliki tubuh menyerupai burung Decu, hanya dibedakan dengan warna yang berbeda yaitu berwarna kuning kehijauan.
Apabila kita melintas pinggiran hutan di wilayah indonesia ini, biasanya kita akan mendengarkan burung ini berkicau merdu dan sangat nyaring. Sehingga kerap kita menyangka bahwa burung yang sedang berbunyi itu berukuran cukup besar, ternyata begitu kita melihat burung ini di saat berkicau, barulah kita sadar bahwa burung ini ternyata berukuran kecil sekitar 10 cm.
Ketika saya berkunjung ke rumah teman saya di Semarang, saya melihat burung sirpu milik teman saya sedang berkicau sangat merdu, bahkan sebelumnya saya mengira yang sedang berbunyi saat itu adalah burung dari jenis cucak hijau atau kacer, tetapi saya terkejut ketika melihat ke samping rumahnya, ternyata seekor burung sirpu di dalam sangkar bulat sedang berkicau dengan variasi suara yang luarbiasa.

Harga burung ini di pasaran sepertinya tidak bisa melonjak tinggi mengikuti perkembangan harga dari burung-burung kicauan lain yang lebih populer.

Burung sirpu tersebar dari wilayah asia tenggara, sumatra, jawa dan kalimantan. Menyenangi hutan-hutan yang tidak terlalu lebat, dan biasanya bersarang di pinggiran hutan pada cabang-cabang pohon rendah.

Makanan yang disukai oleh burung ini adalah kroto, jangkrik berukuran kecil, belalang dan buah-buahan seperti pisang.
Pemberian pakan buatan seperti voer juga boleh diberikan kepada burung ini, hanya saja pemberian extra fooding seperti kroto harus setiap hari atau paling tidak sekali dua hari. Apabila kebutuhannya tersebut dipenuhi maka burung ini akan rajin berkicau dan berumur panjang.

Cara mudah menangkarkan gelatik jawa

Setelah membaca artikel Om Adyth terdahulu mengenai burung gelatik jawa, mungkin Anda makin tertarik dengan burung ini dan berniat menangkarkannya.  Sekarang Om Kicau akan memberikan panduan dan tips penangkaran gelatik jawa yang notabene merupakan burung asli dari Pulau Jawa.
Langkah pertama, tentu saja harus memiliki minimal sepasang burung gelatik jawa (Padda oryzivora) dewasa atau siap kawin. Pastikan burung betina berusia 1 tahun lebih, agar kualitas anakan lebih terjamin dan jumlah telur mencapai standar, yaitu 5-6 butir per periode peneluran.
Selain itu, pilihlah pasangan induk yang dalam keadaan tidak mabung atau menunjukkan tanda-tanda akan mabung.
Induk yang siap kawin bisa dilihat dari perilakunya. Induk jantan, misalnya, akan sering berkicau dan lebih aktif di dalam kandang. Kedua induk akan merobek kertas koran yang kita sediakan di lantai kandangnya.
Salah satu karakteristik menyolok dari gelatik jawa adalah penampilannya yang menjadi rapi, bulu-bulu menjadi rapat dan mulus, ketika berada dalam kondisi berkembang biak.
Langkah kedua, menyiapkan kandang. Tak ada batasan mengenai penggunaan kandang yang cocok. Model kandang bisa berupa kandang soliter (untuk sepasang induk), kandang koloni / ombyokan (untuk beberapa pasangan induk), maupun kandang aviary / umbaran terbuka.
Rangka kandang pun bisa terbuat dari besi atau kayu. Untuk detailnya, silakan buka lagi di sini. Yang penting adalah kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya selama masa berkembang biak tersebut.

kandang gelatik
KANDANG SISTEM KOLONI PUNYA OMKICAU
Menyiapkan kotak sarang
Kotak sarang untuk burung gelatik jawa bisa menggunakan media kayu yang dibentuk khusus (glodok) sebagai tempat bertelur dan mengerami telur bagi burung ini. Banyak jenis dan tipe kotak sarang, silakan pilih yang sesuai dan cocok dengan kandang penangkarannya.
ANEKA BENTUK KOTAK SARANG
Berikutnya adalah menyiapkan bahan penyusun sarang, misalnya rumput kering, sabut/serabut kelapa, atau bahan lainnya. Masukkan semua bahan ke dalam kotak sarang, lalu ditekan-tekan dengan tangan hingga membentuk seperti sarang. Ambil beberapa helai bahan tadi, kemudian diatur hingga menjulur keluar dari pintu masuk kotak sarang. Ini untuk memancing burung agar cepat bertelur.
TRIK MEMPERCEPAT  BURUNG BERTELUR
Setelah 7-14 hari dipasangkan, biasanya induk betina akan bertelur dengan jumlah 5-6 butir dan akan menetas setelah 18 hari masa pengeraman. Jika diasuh induknya, piyik akan mulai keluar dari sarangnya pada umur 28 hari. Piyik bisa langsung dipasangi ring untuk dipasarkan atau dipelihara hingga dewasa.
Untuk lebih mempermudah perhitungan dimulai dari burung betina bertelur hingga anakan menjadi dewasa silahkan download kalkulatonya disini : Java Calculator
Oh ya, untuk memudahkan penghitungan sejak burung bertelur, lahir anak-anaknya, hingga dewasa, Anda bisa menggunakan software bernama Java Calculator. Silakan download software tersebut di sini.
Semoga bermanfaat.

Mengecek jenis kelamin burung dengan pendulum

OM Adyth,Bingung menentukan burung jantan atau betina? coba salah satu tips alternatif dibawah ini yang sering juga digunakan para penggemar burung kicauan dalam menentukan jenis kelamin burung jika dirasa diperlukan.
Banyak cara menentukan jenis kelamin dari seekor burung, cara-cara tersebut biasanya ditentukan dari warna bulu, warna khas dari salah satu anggota tubuhnya, bentuk dan ukuran tubuh dan kepala, panjang kaki, hingga menguji kerenggangan dari supit udang burung. tapi bagaimana jika kita benar-benar mengalami kemandegan dalam menentukan jenis kelamin burung tersebut? jalan terakhir adalah merawat terus burung tersebut dan terus memantau apakah burung tersebut bakal gacor atau malah bertelor. disini kita akan membahasa mengenai pemilihan sexing burung dengan metode pendulum.

sebelum mengulas lebih lanjut dan sebelum hal ini menjadi pro dan kontra disini saya jelasakan bahwa keberhasilan dari metode pendulum ini sekitar 70:30 dan keakuratan hasilnya tergantung dari gelombang pikiran dari yang memegang pendulum tersebut, dalam artian jika kita ingin menentukan apakah burung tersebut jantan atau betina dan karena sewaktu ktia mencobanya dengan pendulum pikiran kita menginginkan burung tersebut adalah jantan maka yang terjadi adalah hasil dari metode tersebut adalah burung jantan walupun burung tersebut kenyataannya adalah burung betina. dan bagaimanapun metode ini hanyalah sebagai salah satu alternatif saja bukan sebagai penentu akhir apakah burung tersebut jantan atau betina.

Bagaimana pendulum bekerja ,kita tidak akan membahasnya disini karena sudah ada artikel mengenai hal tersebut yang diulas panjang lebar di forum kicau mania, lengkapnya disini : http://www.kicaumania.org/forums/archive/index.php/t-9603.html

Metode untuk menentukan jenis kelamin pada burung ada 3 jenis secara garis besar, yaitu:
1. Melihat fisik (Visual)
2. Tester atau DNA
3. Getaran Manetik (Pendulum)

Penentuan jenis kelamin dengan melihat fisik atau Visual kadang sering terjadi kesalahan antara orang yang satu dengan yang lain yg dapat berbeda penilaian. Metode ini perlu pengalaman yang tinggi.

Dengan tester atau DNA, metode ini perlu pengeluaran beaya yang tinggi atau untuk membeli alatnya, dan tidak significan dengan harga beaya burung, biasanya orang ragu menentukan jenis kelamin pada saat burung masih bahan atau belum bunyi.

Metode alternatif yang lain adalah Metode Magnetik atau Pendulum, metode ini berprinsip dengan kaidah:
- Gravitasi Bumi
- Magnetik Bumi

Metode Sexing/Pendulum/Magnetik

Konsep dasarnya adalah gaya tarik menarik dan tolak menolak.
Tarik-menarik dalam fenomena fisika berarti gaya untuk saling mendekat satu sama lain. Dalam bidang fisika tiap benda selalu mempunyai gaya tarik menarik dengan benda yang lain. Misalnya partikel satu dengan partikel lain selalu akan saling tarik-menarik. Contoh paling sederhana adalah serbuk yang ditaburkan di atas air di dalam gelas, lama kelamaan serbuk ini akan menempel ke pinggir (pada gelas). Contoh lain yang dikemukakan oleh Sir Isaac Newton bahwa benda apapun di atas udara akan ditarik oleh bumi. Hal ini banyak dikenal sebagai fenomena benda jatuh. Teori ini kemudian dikembangkan lagi bahwa setiap benda angkasa akan saling tarik-menarik, dan ini bisa dibuktikan mengapa bumi harus berputar mengelilingi matahari untuk mengimbangi gaya tarik-menarik bumi-matahari. Meteor yang mendekat ke bumi dalam perjalanannya di ruang angkasa akan tertarik jatuh ke bumi, merupakan contoh yang lain.


Gaya tarik menarik ini bisa terjadi di antara:
1. Dua benda/partikel apapun (hukum Newton) atau hukum gravitasi
2. Dua benda yang bermuatan magnetik Utara dan Selatan (lihat bagian magnit)
3. Dua benda yang bermuatan listrik positif dan negatif.

Lawan dari gaya tarik-menarik ini adalah gaya tolak-menolak. Jenis gaya tolak-menolak bisa terjadi pada: 
  1. Dua benda yang bermuatan magnetik yang sama (sama-sama Utara atau sama-sama Selatan) 
  2. Dua benda yang bermuatan listrik yang sejenis (sama-sama positif atau sama-sama negatif).  
  3. Dua atom yang berdekatan pada jarak kurang dari diameter atomnya.
Metode magnetik bumi dipakai oleh orang Tiongkok kuno. Teori Tiongkok kuno berbeda dengan medis, teori medis menggunakan aliran darah sebagai acuannya, sedangkan teori Tiongkok kuno (Pendulum) impuls-impuls saraf serta pengaruh HORMONAL.

Peralatan dg Metode Pendulum:
1. Benang yg digunakan tidak terlalu panjang, sekitar 30-40 cm
2. Bandul, dpt menggunakan logam, bukan logam mulia. Contoh adalah peniti atau paku

Cara mengujinya: 
  1. Pegang burung dg tangan kiri atau kanan 
  2. Benang diikat (Tidak dipegang tangan), bisa kita dengan pohon yg tidak ada besi di sekitarnya.
  3.  Bandul (Peniti atau paku) diarahkan pada kepala bagian belakang dg jarak +/- 0.5 cm

Hasil Gerakan:

1. Gerakan bolak balik ke depan dan ke belakang atau maju mundur.
JIka hasilnya gerakan adalah ini, maka burung kemungkinan besar berjenis kelamin jantan. Gerakan ini adalah gerakan tarik menarik, kombinasi antara gerakan gravitasi oleh bandul, tarik menarik antara kandungan hormon dengan logam pendulum, dan juga oleh magnet bumi maka dihasilkan gerakan ini. Anggap kandungan hormon laki dominan mengandung ion negatif (-) dan besi bandul dominan mengandung ion positif (+). Maka sesuai kaidah fisika akan terjadi gerakan tarik menarik yg dimunclkan dengan gaya maju bandul bolak balik ke depan dan ke belakang atau maju mundur atau ke kanan atau ke kiri.

2. Gerakan membentuk lingkaran atau mendekati oval.
Jika hasil gerakan adalah ini, maka burung berjenis kelamin betina. Gerakan ini adalah gerakan tolak menolak, kombinasi antara gerakan gravitasi oleh bandul, tolak menolak antara kandungan hormon dengan logam pendulum, dan juga oleh magnet bumi maka dihasilkan gerakan ini. Anggap kandungan hormon laki dominan mengandung ion positif (+) dan besi bandul dominan mengandung ion positif (+). Maka sesuai kaidah fisika akan terjadi gerakan tolak menolak yg dimunculkan dengan gaya Gerakan membentuk lingkaran atau mendekati oval.

Persyaratan: 
  1. Pengujian sebaiknya tidak dilakukan pada burung yg belum dewasa, karena burung yg belum dewasa kandungan hormonal si burung belum sempurna. MInimal umur 4 bulanan. 
  2. Saat melakukan sexing dg pendulum ini jauhkan dg benda2 yg bersifat logam/steel (besi), jarak minimal adalah 30 ft (8-10 m). Jarak ini adalah jarak teraman, karena tidak interference dg steel/besi disekitarnya. 
  3. Gunakan logam mulia utk pengetesan, beberapa logam terkenal adalah aluminium, tembaga, emas, besi, timah, perak, titanium, uranium, dan zink dsb. Emas atauy jarum peniti bagus. 
  4. Sebaiknya jangan dipegang burungnya, karena bila burung dipegang disamping mempunyai efek kurang baik terhadap burung, juga akan terpengaruh oleh ion listrik yg terkandung dalam diri kita (tangan kita). 
  5. Jangan terkena angin, yg akan mempengaruhi gerakan. 
  6. Gerakan tegantung dari kandungan hormnal burung, semakin dewasa atau sempuna kandungan hormonal, gerakan semakin kuat. Metode ini sangat bagus untuk menentukan kesiapan si burung untuk dilakukan breeding.
kesimpulan dari metode pendulum tersebut adalah :  
  • Jika pendulum bergerak ke satu arah ( kanan dan kiri / maju mundur ) maka burung tersebut adalah burung JANTAN.  
  • Jika pendulum bergerak memutar maka burung tersebut adalah BETINA.
:

Perawatan Dasar Kenari

OM Adyth,Ketika ingin membeli burung kenari, apakah yang ada dalam pikiran anda?  apakah ingin membeli kenari untuk didengarkan suaranya atau karena tertarik dengan postur atau warnanya yang menggoda.  seperti yang kita tahu kalau burung kenari itu banyak jenis dan macamnya jadi kalau kita ingin membeli burung kenari untuk klangenan atau untuk mendengarkan kicauannya yang indah yaa beli beli kenari yang biasa (kenari penyanyi). 
ada beberapa macam type kenari diantaranya : penyanyi, postur dan warna. 





Kenari penyanyi misalnya jenis kenari lokal atau campuran (disini lazim disebut kenari AF atau Lokal Super), American Singer, German Rollers, Spanish Timbrado atau waterslagger.. kenari kenari itulah yang kerap dilombakan untuk dinilai suara dan lagunya. 


Kenari Warna merupakan jenis kenari yang memiliki variasi warna yang berbeda. dengan 35-40 warna yang berbeda , kenari jenis ini dikembang biakan secara silang untuk menghasilkan kenari yang berwarna indah.

Kenari Postur adalah kenari Type dan kenari ini bisa dilihat dari bentuk tubuhnya yang berbeda, misalnya Gloster, Fife, Yorkshire, Stafford, Parisian Frills, Lizard dan Northern Dutch Frills. kenari jenis ini ada juga beberapa yang bisa bernyanyi bagus. 

Apapun pilihannya, rawatannya tetap sama saja. mau kenari lokal atau impor kalau kita telaten dan mengerti bagaimana perawatan burung tentulah kenari burung tersebut akan membanggakan pemiliknya. nah kebetulan disini saya akan berbagi mengenai perawatan dasar burung kenari jantan yang akan terbagi dalam dua bagian. dan ini adalah bagian pertama.

Pemilihan Kandang 
Kandang untuk burung kenari sebaiknya menggunakan kandang kotak yang berukuran luas agar burung bisa leluasa bergerak sebagai salah satu cara melatihnya. tangkringan bisa dibuat dua buah dengan posisi sejajar ataupun melintang.  

Penempatan kandang 
kenari jantan akan memberi respon yang baik selama berada ditempat yang terang, gantunglah di dalam ruangan atau diteras rumah dimana anda biasa menghabiskan waktu santai saat berada dirumah, dan jika burung disimpan di dalam ruangan pastikan ruangan tersebut memiliki jendela yang bisa terkena sorotan cahaya matahari langsung dan agar burung bisa melihat berlalunya hari (dari gelap ke pagi dan sebaliknya) dan sebaiknya hindari menggantung burung didepan pintu masuk atau ventilasi udara. 

Kerodong 
Pemberian kerodong untuk burung menjelang malam sangat baik untuk burung, selain untuk menjaga kondisi tubuhnya dari terpaan angin juga menghindari burung dari gigitan nyamuk dan juga burung bisa beristirahat dengan tenang untuk mengumpulkan energinya untuk esok harinya. dan biasanya burung yang dikerodong malam harinya akan lebih optimal dalam bersuaranya karena energinya sudah terkumpul dari istirahatnya yang tanpa gangguan akibat dikerodong tersebut. 

Mandi
Kenari termasuk burung yang suka mandi. jadi jangan lupa setiap hari burung harus dimandikan , jika burung tidak mau mandi bisa dipancing dengan cara disemprot halus terlebih dahulu dengan sprayer. setelah mandi burung diangin-anginkan biar bulu-bulunya mengering baru setelah it dijemur. jangan menjemur burung sewaktu burung masih dalam kondisi basah kuyup karena hal itu bisa merusak bulu-bulunya. 

Kualitas Udara
Kenari juga termasuk burung yang memiliki indera penciuman yang sensitif, bahkan kenari pada jaman dahulu kerap digunakan untuk mendeteksi kebocoran gas beracun dalam sebuah penggalian tambang.  jauhkan dari lokasi yang jika didekat lokasi tersebut ada yang membakar sampah, asap rokok atau hal lain yang bersifat mencemari kualitas udara seperti bau knalpot, bau bensin, dll. ada beberapa jenis kenari yang akan langsung menderita sesak nafas dan dilanjut ke kematian setelah menghisap udara yang dipenuhi asap pembakaran sampah. 

Makanan
Kenari termasuk pemakan biji-bijian, gunakan merek yang bagus yang menggunakan campuran biji-bijian yang lengkap, untuk saat sekarang ini hampir semua merek komersial sudah sangat bagus dan berkualitas. apalagi sekarang juga sudah banyak yang memberikan burung kenari makanan yang berbentuk 'pelet' seperti voer selain dari makan biji-bijiannya. 

Makanan hijau
Pemberian pakan tambahan seperti makanan hijau atau sayuran sangat baik untuk menjaga kondisi kenari aar tetap lincah dan Fit. berikan sayuran setidaknya tiga kali seminggu. pakan yang paling baik adalah yang masih berupa benih tetapi bisa juga diberikan selada, bayam, brokoli dsb. sebelum diberikan sebaiknya sayuran dibersihkan dahulu dengan air bersih untuk membersihkan pestisida yang masih menempel jika sayuran tersebut menggunakan pestisida untuk mengusir hama. 
Jangan lupa juga menyertakan buah-buahan segar kedalam menu makannya setidaknya sekali atau dua kali dalam seminggu. berikan sepotong kecil jeruk atau apel, kenari sangat menyukai buah-buahan jenis apa saja kecuali alpukat. jaid sebaiknya hindari memberikan buah alpukat untuk burung anda. Bee pollen juga sangat bagus diberikan karena mengandung segudang vitamin dan mineral seperti halnya produk ganggang hijau yang disebut dengan Spirulina.  Yang jelas selama pemberian pakan tersebut hindari memberikan secara berlebihan , karena bisa membuat kenari menjadi cepat gemuk dan malas-malasan.

Makanan EggFood 
Pemberian telur rebus yang dicampur dengan sumber pakan lain seperti remah roti, wortel, sayuran, buah-buahan dan lain lain (anda bisa berkreasi sendiri menciptakan menu eggfood ini) merupakan sumber makan yang kaya protein dan sangat baik dihidangkan sewaktu mengembang biakan kenari.  

Tulang Sotong
Tulang Sotong bisa digantung dalam kandangnya. ini berfungsi sebagai sumber kalsium bagi burung kenari, juga bisa digunakan burung untuk mengasah atau membersihkan paruhnya. sediakan juga yodium sebagai mineral tambahan untuk mencegah kerontokan bulu disekitar leher dan kepala, karena kenari yang kekurangan iodium bisa botak pada kepala dan sekitar lehernya. 

Tenggeran 
Gunakan tenggeran yang aman dan nyaman bagi burung, tenggeran yang terlalu lunak atau banyak bekas potongan dahan sewaktu waktu bisa melukai burung.  tenggeran yang bagus bisa terbuat dari bahan plastik ataupun dari ranting pohon jambu biji dan ranting pohon asem, tetapi anda juga bisa menggunakan tenggeran lain yang kira-kira sesuai dengan cengkeraman dan terasa aman dan nyaman bagi burung. tenggeran yang jelek bisa mengakibatkan burung tidak betah diam dan lebih sering mengangkat kakinya karena terluka. selain itu di toko toko burung banyak juga yang menjual aneka jenis tenggeran untuk burung anda. 

Air Minum
Untuk air minum sebaiknya hindari memberikan burung dengan air yang bersumber dari ledeng, sebaiknya gunakan air sumur atau lebih bagus lagi dan jika tidak merepotkan bisa diberikan air mineral setiap harinya. jika kandang menggunakan cepuk minum biasa maka air minum harus diganti setidaknya sehari sekali untuk mencegah munculnya lumut dalam tempat air minumnya. 

Grit
Grit berfungsi sebagai tambahan mineral sepreti halnya tulang sotong dan juga berguna untuk membantu pencernaan burung, pemberian grit ini tidak mutlak kalau sudah ada sumber mineral lainnya seperti menambah tulang kerang untuk sumber mineralnya.

Vitamin
Jika menu untuk burung kenari anda berupa bee pollen, makan hijau, buah, biji-bijian yang berkualitas berarti anda sudah memenuhi kebutuhan vitaminnya, namun jika masih ingin menambahkan vitamin anda bisa memilih vitamin mana yang baik dan tepat untuk burung kenari anda. jika anda menggunakan vitamin yang larut dalam air maka bisa dicampur dengan air minumnya dan diganti setiap hari untuk menghindari tumbuhnya bakteri.  disini anda bisa  menggunakan BirdVit untuk menjaga kesehatan kenari anda. 

Makanan berwarna
Makanan berwarna disini dikhususkan bagi anda yang memelihara kenari warna untuk menjaga warnanya tetap alami dan tidak berubah seperti kenari merah. makanan yang mengandung beta-carotene sangat dibutuhkan untuk menjaga warna burung agar tidak cepat berubah warnanya sewaktu mengalami masa pergantian bulu. makanan yang mengandung pewarna ini (beta carotene) meliputi wortel, sayuran dll.

Kenari tidak mau bunyi
Kenari jantan pasti akan berkicau untuk menarik pasangannya, jika kenari jantan tidak mau berbunyi ada kemungkinan kenari tersebut sedang akan menghadapi masa mabung (rontok bulu) atau kondisi kesehatannya terganggu, tetapi jika kenari tersebut baru anda beli, maka tunggulah hingga sekitar dua minggu untuk burung bisa beradaptasi dengan lingkungan baru dan sekitar kandangnya. pancinglah dengan suara mengalun dari Musik Klasik atau suara kicauan kenari lain dari MP3 untuk memancing kenari tersebut mau bersuara. 


Begitulah perawatan dasar kenari yang akan saya tulis dalam dua bagian. dan dalam bagian kedua nanti akan dijelaskan bagaimana perawatan dasar kenari jika mengalami masalah seperti penyakit dan pergantian bulu.

Cara Membuat Tepung Jangkrik Untuk Extra Fooding (EF)

Om Adyth,Salah Satu khasiat Tepung Jangkrik adalah mengandung anti oksidan dan sekarang ini banyak di jual di tempat penjualan burung dengan harga kisaran Rp.10.000 Sampai Rp.15.000 Per 1 Ons/100 Gram



Berikut ini cara pembuatan tepung jangkrik untuk EF burung pleci dan burung ciblek, semoga bermanfaat.

Peralatan Yang Digunakan:

  • Wajan yang Bersih
  • Blender/Penumbuk
  • Toples.
Bahan Yang Digunakan :
  • Jangkrik dari bukan jenis jangkrik kalung yang belum keluar sayapnya atau tanpa sayap minimal 1 ons jangkrik hidup. 
  • Jangkrik disangrai seperti menyangrai kopi sampai kelihatan berwarna kecoklatan atau lebih tepatnya setengah matang.
  • Jangkrik yg sudah disangrai tadi kemudian didinginkan
  • Kemudian jangkrik di blender sampai berbentuk cincangan.
  • Jangkrik yg berbentuk cincangan tadi disangrai kembali sampai terlihat kering 
  • Kemudian dinginkan lagi utk beberapa saat
  • Langkah selanjutnya adalah jangkrik yg telah didinginkan kemudian diblender kembali shg menjadi halus spt tepung.
  • Kemudian angin-anginkan 1 - 2 jam
  • Terakhir masukan ke dalam toples
atau bisa juga pembuatan tepung jangkrik dengan cara lain 
  • Jangkrik direndam dengan menggunakan air panas, 
  • Kemudian jangkrik dicuci sampai bersih
  • Masukan dalam oven yang bersuhu sekitar 70 derajad celcius selama 3 jam 
  • Terakhir aalah digiling/ blender sampai berukuran halus seperti tepung.

Nuri Tanau


Blue-rumped Parrot
Psittinus cyanurus (Forster, 1795)
Deskripsi
Berukuran agak kecil (18 cm), berwarna hijau dengan ekor membulat. Jantan: kepala biru yang jelas, punggung kehitaman, bercak merah di pundak, punggung bagian bawah dan tungir biru, paruh merah. Betina: kepala coklat, punggung tidak begitu biru, paruh coklat. Ketika terbang sayap bagian bawah tampak kehitaman dengan bulu penutup sayap bagian bawah merah.
Iris kuning, paruh merah (jantan) atau coklat (betina), kaki abu-abu kebiruan.
Suara
Biasanya berkicau sambil terbang, suara lengking melodius ”ci-ci-ci” atau ”ciw-ii”.


Penyebaran dan Ras
Semenanjung Malaysia, Sumatra, Riau, Lingga, Bangka, Simeleu, Mentawai, dan Kalimantan. Terdiri atas 3 sub-spesies dengan persebaran sebagai berikut:
  • cyanurus (J. R. Forster, 1795) – Myanmar Selatan danThailand Selatan sampai Malaysia, Sumatera, dan Kalimantan; Masih dapat ditemukan di kawasan Indochina pada abad ke-19.
  • abbotti Richmond, 1902 – Simeulue dan Siumat,  barat-laut Sumatra.
  • pontius Oberholser, 1912 – Kep. Mentawai, barat Sumatra.
Tempat Hidup dan Kebiasaan :
Umum dijumpai di hutan dataran rendah, hutan rawa, hutan mangrove, dan lahan garapan, sampai ketinggian 700 m. Terbang cepat persis di atas tajuk pohon. Hidup berkelompok dalam jumlah kecil sampai 20 individu. Menyukai tajuk-tajuk pohon terbuka. Memakan buah, biji, dan tunas muda.
Status
Daftar merah IUCN : Hampir Terancam (NT)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu
Perlindungan: -

Nuri Raja Sayap Kuning


Papuan King Parrot
Alisterus chloropterus (W. Ramsay, 1789)
Deskripsi
38 cm. Ekor panjang kehitaman, iris merah, dan sayap hijau. Jantan, kepala dan tubuh bagian bawah merah, bahu berbercak hijau berpendar, tengkuk dan tunggir biru. Betina memiliki topi, sayap, dan punggung hijau. Sedangkan dada dan perut merah. Remaja mirip dengan betina. Di populasi barat-laut, betina seperti jantan, tetapi tanpa tengkuk biru.
Suara
Tanda bahaya ”shhhk!” atau ”keek!” tajam yang diulang-ulang ketika terbang. Mengeluarkan rangkaian suara ”eree eree eree eree …..” yang meratap, agak meninggi, metalik, dan bernada tinggi yang nadanya menurun secara bertahap saat bertengger.
Belum tersedia rekaman suara yang diambil dari wilayah Indonesia
Penyebaran dan Ras
Di seluruh pegunungan Papuakecuali Daerah Kepala Burung (dan Teluk Cendrawasih?) dimana populasinya digantikan oleh Nuri-raja Ambon. Terdapat tiga sub-spesies yang dikenal, yaitu:
  • moszkowskii (Reichenow, 1911) – Papua bagian utara.
  • callopterus (D’Albertis & Salvadori, 1879) – Papua bagian tengah dari Peg. Weyland sampai Sungai Fly.
  • chloropterus (E. P. Ramsay, 1879) – Papua bagian timur.
Tempat Hidup dan Perilaku
Hutan pegunungan dari kaki bukit sampai ketinggian 1800m. Hidup sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok-kelompok kecil sampai 10 ekor. Menghuni hutan bagian dalam, kurang umum di hutan sekunder. Memakan biji-bijian di seluruh lapisan hutan. Penerbang yang gesit dan indah dengan kepakan sayap yang dalam.
Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu
Perlindungan: -

Nuri Raja Ambon


Moluccan King Parrot
Alisterus amboinensis (Linnaeus, 1766)
Deskripsi
35 cm. Ekor panjang dan lebar. Kepala dan tubuh bagian bawah merah. Sayap seluruhnya hijau gelap. Jantan dan betina mirip. Burung muda: mantel hijau, lingkar mata putih.
Suara
Mirip dengan suara panggilan Nuri Raja Sayap Kuning


Penyebaran dan Ras
Kelompok Pulau Papua Barat dan Daerah Kepala Burung ke arah barat sampai Teluk Cendrawasih, Peg. Weyland, dan agak ke timur di Teluk Etna, juga di Kep. Maluku.
Tempat Hidup dan Perilaku
Dapat ditemukan sampai ketinggian 1200 m. Berpasangan atau dalam kelompok kecil. Bertengger pada tajuk yang rimbun. Memakan buah-buahan termasuk buah Lithocarpus dan buah-buahan keras lainnya.
  • hypophonius (S. Müller, 1843) – Halmahera, Maluku Utara .
  • sulaensis (Reichenow, 1881) – Kep. Sula.
  • versicolor Neumann, 1939 – Peleng di Kep. Banggai.
  • buruensis (Salvadori, 1876) – Buru di Maluku Selatan.
  • amboinensis (Linnaeus, 1766) – Ambon dan Seram di Maluku Selatan.
  • dorsalis (Quoy & Gaimard, 1830) – Papua Barat beserta pulau-pulau satelitnya.
Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu
Perlindungan: -

Burung Gereja Easia


Kecil (14 cm), berwana coklat. Mahkota berwarna coklat berangan; dagu, tenggorokan, bercak pipi, dan setrip mata hitam; tubuh bagian bawah kuning-tua keabu-abuan; tubuh bagian atas berbintik-bintik coklat dengan tanda hitam dan putih. Burung muda berwarna lebih pucat dengan tanda khas yang kurang jelas.
Iris coklat; paruh abu-abu; kaki coklat.
Suara
Cicitan ramai dan nada-nada ocehan cepat
Rekaman suara dari Philipina:




Penyebaran
Global dan ras: Erasia, India, Cina, Asia Tenggara, dan Semenanjung malaysia
  • P. m. montanus ( Linnaeus, 1758): dari Eropa timur melewati Asia tengah bagian utara sampai Kamchatka dan Kepulauan Commander; dari selatan Kepulauan Mediterranean, Turky, Kazakhstan bagian utara, timur laut Mongolia dan timur laut Cina (di dalam Mongolia utara).
  • P. m. transcaucasicus (Buturlin, 1906): dari timur Asia Kecil dan wilayah Caucasus selatan sampai Armenia dan Iran bagian timur sampai utara (utara Pegunungan Elburz).
  • P. m. dilutus (Richmond, 1896): timur Laut Caspian sampai Kazakhstan selatan, barat laut China dan Mongolia bagian barat dan selatan.
  • P. m. kansuensis (Stresemann, 1932): Gansu bagian utara dan cekungan Tsaidam di utara Cina.
  • P. m. tibetanus (Stuart Baker, 1925): Dataran tinggi Tibetan sebelah selatan dan timur dan China bagian tengah (dari timur sampai tenggara Qinghai dan barat Sichuan).
  • P. m. dybowskii (Domaniewski, 1915): Asia timur dari ujung tenggara Rusia selatan (di bawah Sungai Amur) sampai timur laut Cina (di dalam Mongolia timur dan Liaoning) dan Korea utara.
  • P. m. iubilaeus (Reichenow, 1907): timur China dari Beijing selatan sampai timur Sichuan dan dibawah Sungai Yangtze.
  • P. m. obscuratus (Jacobi, 1923): timur Nepal sampai timur laut India.
Lokal dan ras: Sumatera, Jawa, dan Bali.
  • P. m. malaccensis (A. J. C. Dubois, 1885): Asia Tenggara dari timur Myanmar sampai Indochina dan China bagian tenggara (termasuk Hainan), dari selatan sampai semenanjung Malaysia, Sumatra, Jawa, Philippina selatan, Sulawesi dan Sunda kecil.
  • P. m. saturatus (Stejneger, 1885): Pulau Sakhalin, Kurils selatan, Jepang, Korea selatan, Kepulauan Ryukyu, Taiwan, Philippina, Kalimantan bagian utara dan utara kepulauan Indonesia.
Catatan: hasil intoduksi atau migrasi yang baru terdapat di sepanjang Filipina dan Indonesia sampai Australia dan Kepulauan Pasifik.
Tempat hidup dan Kebiasaan
Sangat mudah dijumpai di daerah perkotaan dan pedesaan, terutama disekitar tempat penggilingan padi, sampai ketinggian 1500 mdpl. Hidup berkelompok di sekitar rumah, gudang, dan tempat-tempat lain disekitar daerah permukiman manusia. Mencari makan di tanah dan lahan pertanian, mematuki biji-biji kecil dan beras.
Status
Daftar merah IUCN : Resiko rendah (LC)
Perdagangan Internasional: -
Perlindungan: -

Pipit Benggala



Deskripsi
Kecil (10 cm), bertunggir merah, dengan bintik-bintik putih. Burung jantan berwarna merah-padam; sayap dan ekor kehitaman; terdapat bintik-bintik rapih pada sisi tubuh; sayap dan tunggir berbintik putih kecil. Burung betina memiliki tubuh bagian bawah kuning tua-abu-abu; mantel coklat; tunggir merah; sayap dan ekor kehitaman, dan terdapat beberapa bintik putih pada sayap.
Iris coklat; paruh merah; kaki merah-daging.

Suara
Nada agak sayup “ciiirp
Penyebaran

Global dan ras: Pakistan sampai Cina barat daya, Asia tenggara. Diitroduksi ke Semenajung Malaysia dan Filipina.
  • A. a. amandava ( Linnaeus, 1758): terpencar di Pakistan, India, Nepal dan Bangladesh.
Lokal dan ras: Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Diitroduksi ke Sumatera dan Kalimantan.
  • A. a. flavidiventris ( Wallace, 1864): Myanmar, selatan Cina (barat daya Yunnan), Thailand bagian tengah dan barat laut, dan Sunda kecil (Lombok, Flores, Sumba, Roti, Timor).
  • A. a. punicea ( Horsfield, 1821): tenggara Thailand, Kamboja, selatan Vietnam, Jawa dan Bali.
Tempat hidup dan Kebiasaan
Hidup dalam kelompok kecil, mengunjungi savana, semak, padang rumput, lahan pertanian, sawah dan rumput gelagah sampai ketinggian 1500 mdpl. Terbang cepat dalam kelompok yang tidak kenal lelah, terlihat mencolok karena bercak merah-padam pada tunggir.
Status

Daftar merah IUCN : Resiko rendah (LC)
Perdagangan Internasional: -
Perlindungan: -

 Catatan: Di Sumatera, ditemukan di sekitar Medan pada tahun 1912 sampai dengan 1920, tetapi sekarang diperkirakan sudah punah. Catatan pertama dari Kalimantan ada di dekat Kota Kinabalu tahun 1964, dan saat ini menetap. Di Jawa barat sekarang langka karena perburuan yang berlebihan. Ditemukan di beberapa tempat di Jawa Timur dan Bali. Populasi di Sunda kecil juga diduga akibat introduksi.

Kasuari Gelambir – ganda

Kasuari Gelambir-ganda, P Biak by Ch'en C Lee
Southern Cassowary
Casuarius casuarius Linnaeus, 1758
Deskripsi
Sangat besar (180 cm), Burung yang tidak bisa terbang dengan bulu hitam dan kaku. kepala dan leher biru cerah, bertanduk segitiga yang tebal danlebih tinggi dari Kasuari Gelambir-tunggal. Leher bagian belakang merah,  bergelambir ganda merah menggantung pada leher depan. Kaki berukuran besar dan kokoh, memiliki tiga jari dengan kuku yang tajam. Warna tubuh antara jantan dan betina tidak berbeda signifikan, tetapi betina lebih dominan dengan ukuran tubuh yang lebih besar, dengan tanduk yang lebih lebar dan warna kulit leher yang lebih cerah. Anakan bergaris-garis lambat laun berubah menjadi coklat polos.
Suara
Mendengkur mirip dengan Kasuari kerdil.
Belum ada rekaman suara yang diambil di wilayah Indonesia
Penyebaran dan ras
Sebagian besar dataran rendah P. Papua kecuali di Barat Laut, Sepik-Ramu, dan beberapa kawasan perbukitan di perbatasan pesisir Selat Vitiaz dan Teluk Huon; Kep. Aru. Dari ketinggian permukaan laut sampai 500 m (jarang lebih tinggi). Juga terdapat di Australia dan P. Seram. Terdapat 8 subspesies (casuarius, tricarunculatus, bistriatus, lateralis, sclaterii, johnsonii, aruensis and bicarunculatus) yang secara tradisional dapat dikenali, tetapi bukti ilmiah mengenai persebaran subspesies tersebut masih kurang.
Tempat hidup dan Kebiasaan
Hidup secara soliter dan hanya mencari pasangan ketika musim berbiak. menghuni hutan hujan pamah, hutan galeri, dan hutan rawa. Sering dijumpai di tepi hutan, bantaran sungai, atau  melintasi savana kecil. Memakan buah-buahan yang terjatuh ke tanah, jamur, serangga, serta verteberata kecil. Mampu berenang menyeberangi sungai besar. Burung jantan bertugas membangun sarang, mengerami telur, serta membesarkan anakan sendirian.
Status
Daftar merah IUCN             : Rentan (VU)
Perdagangan internasional : 
Perlindungan                        :  PP  No. 7/1999

Kasuari Gelambir-tunggal


Kasuari Gelambir-tunggal

Northern Cassowary
Casuarius unappendiculatus Blyth, 1860
Deskripsi
Besar (125 cm), Burung yang tidak bisa terbang dengan bulu hitam dan kaku. kepala biru cerah, bertanduk segitiga yang tebal dan tinggi. Leher merah atau kuning bergelambir tunggal kecil berwarna merah atau biru. Kaki berukuran besar dan kokoh, memiliki tiga jari dengan kuku yang tajam. Anakan bergaris-garis lambat laun berubah menjadi coklat polos, lebih pucat dari spesies lain.
Suara
Mendengkur mirip dengan jenis lainnya.
Belum ada rekaman suara yang diambil di wilayah Indonesia
Penyebaran dan ras
Habitatnya terbatas di dataran rendah bagian utara Papua dari timur Daerah Kepala Burung sampai S. Ramu, dan P. Yapen, P. Batanta, dan P. Salawati, dari ketinggian permukaan laut sampai 700 m. Terdapat 4 subspesies yang dikenali secara lokal (unappendiculatus, occipitalis, aurantiacus and philipi) tetapi bukti ilmiah mengenai perbedaan subspesies tersebut masih kurang.
Tempat hidup dan Kebiasaan
Hutan hujan pamah dan hutan rawa; di Sepik sering dipelihara dalam penangkaran. Burung yang liar sangat pemalu. Keberadaannya dapat dijajaki dengan mengamati bekas tapak kakinya yang besar dengan bentuk tiga jari yang khas, atau dengan mengamati bekas kotorannya yang terdiri atas biji-bijian keras.
Status
Daftar merah IUCN             : Rentan (VU)
Perdagangan internasional : 
Perlindungan                        : PP  No. 7/1999

Mengenal Elang Jawa Simbol Negara Kita (Part 2-habis)

Musim Kawin dan Berbiak

Musim berbiak elang jawa hampir sepanjang tahun. Seringkali terjadi pada bulan Pebruari hingga Mei. Namum perlu diketahui bahwa Elang Jawa rata-rata melakukan aktivitas berbiaknya dua tahun sekali.

Elang Jawa biasanya bersarang di hutan primer, sekunder atau hutan pinus. Pohon sarang yang terpilih biasanya terletak di lereng bukit dan merupakan pohon yang tertinggi di sekitar daerah tersebut atau pohon yang salah satunya mencuat dari bagian tajuk. Jenis pohon yang sudah tercatat meliputi Rasamala, Pasang, Pinus dan Puspa. Tetapi pohon yang paling sering digunakan untuk bersarang adalah pohon rasamala.

Sarang biasanya berbentuk mangkuk dan dibuat pada dahan dengan ketinggian sekitar 30 meter atau lebih dari permukaan tanah. Bahan yang digunakan untuk membuat sarang terdiri dari ranting, akar tanaman anggrek serta dedaunan.

Elang Jawa bertelur hanya satu butir. Telurnya berbentuk lonjong dan berukuran sekitar 60×42 mm. Masa pengeraman 47 hari yang akan di erami induk betina.
 
Salah satu elang yang di perdagangkan
Setelah telur menetas, anak elang akan tetap tinggal disarang, dan selama itu pula induk elang akan bekerjasama merawat anak mereka. Perawatan yang dilakukan meliputi menyuapi dan menjada anaknya yang dilakukan secara bergiliran. Pada umur 10 minggu anak elang sudah memiliki bulu yang lengkap dan mempunyai kemampuan untuk terbang dalam jarak pendek. Anak elang akan meninggalkan sarang pada umur sekitar 100 hari dan masih sering kembali ke sarang.

Makanan: Mangsa utamanya adalah mamalia kecil dan binatang pengerat. Memakan tupai dan Bajing, Kelelawar buah, bunglon, luwak, anak monyet, burung dan reptil.

Perilaku Menarik Elang Jawa

Ini yang biasa dicari dan ditunggu para pengamat Burung. Perilaku yang menarik pada elang jawa adalah perilaku berburu, perilaku mempertahankan teritori tempat mereka berkembang biak, dan perilaku kawin merupakan perilaku yang menarik untuk di amati. Elang jawa melakukan aktivitas perburuan dengan menggunakan dua macam teknik.

Teknik yang pertama yaitu dengan cara bertengger pada dahan di daerah perburuan sambil mengamati gerakan-gerakan yang dicurigai sebagai gerakan mangsanya. Teknik yang kedua yaitu dengan cara terbang rendah di atas tajuk pohon kemudian berputar-putar sambil mencari gerakan mangsa. Apabila mangsa sudah terlihat maka segera meluncur dan menyambar mangsa yang berada di dahan atau lantai.

Status Perlindungan

Elang jawa termasuk salah satu burung pemangsa yang dilindungi. Status perlindungan di indonesia ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 421/Kpts./Um/8/81970 yang dikeluarkan pada tanggal 26 Agustus 1970. Kemudian Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 dan Keputusan Presiden No. 4 tahun 1993 pada tanggal 10 Januari tahun 1993 yang menetapkan sebagai burung nasional dan lambang species langka. Pada perlindungan tingkat internasional, elang jawa termasuk dalam daftar CITES lampiran II, yang melarang seluruh perdagangan internasional.

Setelah membaca tulisan ini anda sudah tahu dong tentang elang jawa. Kalau anda tahu simbol negara kita, Garuda, ya inilah jenis burung yang menjadi lambang Negara Kita. Elang Jawa yang kondisinya semakin terancam karena makin berkurangnya habitat alami mereka. Hutan-hutan dijawa semakin menyempit. Perburuan untuk di Perdagangkan pun masih marak.
Organisasi yang Konsen terhadap perlindungan Elang di Indonesia:
  1. RAIN-Raptor Indonesia; Sebuah Jaringan Riset dan Konservasi Burung Pemangsa “Elang” di Indonesia yang sebelumnya bernama Kelompok Kerja Pelestari Elan Jawa(KKPEJ). Email: info@raptorindonesia.org. Website: www.raptorindonesia.org
  2. Raptor Conservation Society(RCS); Awal mula adalah KPB Ciba. Saat ini terus melakukan penelitian dan pengembangan masyarakat untk perlindungan Elang Jawa dan Elang lainya di Jawa Barat.Suaka Elang; Berawal dari Konsorsium 12 Lembaga dari Pemerintah, LSM dan Perusahaan saat ini.
  3. melakukan Rehabilitasi, Release dan Sanctuary. Pengembangan Pendidikan lingkungan berbasis Raptor juga dilakukan ke sekolah-sekolah di sekitar saka elang sebagai bentuk Public awarness. email: info@suakaelang.org. Website: www.suakaelang.org.

Mengenal Elang Jawa Simbol Negara Kita(Part 1)

Dalam penamaan Nasional disebut Elang Jawa dengan Nama Ilmiah/Latin Spizaetus/Nisaetus bartelsi . Elang Jawa masuk dalam Kerajaan Animalia, Filum Chordata, Sub-Filum Vertebrata, Kelas Aves, Order Falconiformes dalam Keluarga Accipitridae, Genus Spizaetus/Nisaetus dan Jenis Spizaetus/Nisaetus Bartelsi.

Sesuai dengan namanya Elang ini diseluruh dunia hanya dapat ditemukan di Indonesia. Di Indonesia pun hanya ada di Jawa. Tersebar hampir diseluruh hutan pegunungan di Pulau Jawa. Jawa Barat, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Gunung Sawal, Gunung Simpang, Gunung Tangkuban Perahu, Panaruban, Cagar Alam Takokak Cianjur, dan Gunung Ceremai. Jawa Tengah di Gunung Slamet, Baturaden, Dieng, Gunung Merapi. Jawa Timur data masih minim informasi.
Karakteristik Individu anakan atau Remaja: Elang muda bercirikan jambul yang sudah tumbuh. Warna bulunya coklat dengan warna kemerahan pada wajah/muka, dada dan perut. Sedangkan tengkuk, sayap, punggung, tungging dan ekornya berwarna coklat gelap. Matanya berwarna biru, kemudian secara bertahap akan memudar menjadi kuning muda. Taji serta bulu pada kakinya mulai terlihat tumbuh.

Dewasa; Seperti halnya pada semua jenis elang, burung betina memiliki ukuran tubuh lebih besar dan lebih kekar daripada jantan. Panjang tubuh berkisar antara 60 hingga 70 cm dengan bobot sekitar 2,5 kg. Jambulnya berwarna coklat kehitaman dengan warna putih pada ujungnya. Matanya berwarna kuning. Kepala, punggung, sayap, dan ekornya berwarna krem. Leher, dada dan perutnya berwarna coklat dengan garis-garis coklat tua atau kehitaman. Pada ekornya terdapat empat buah pita berwarna hitam, namun pada umumnya hanya terlihat tiga buah pita karena pita yang terdapat pada tangkal ekor sering tersembunyi. Kakinya relatif pendek dan kokoh serta tertutup bulu sama seperti genus Spizaetus lainya. Tajinya panjang dan runcing.

Suara: Suara terdengar sekali atau terulang-ulang dalam dua ulangan ”ii-ii” atau suara siulan ”iiw-iii:”. Kadang-kadang suara ini terdiri dari tiga ulangan ”ii-ii-iiiw” yang terulang dua kali. Suara bisanya terdengar pada saat terbang atau bertengger. Apalagi ketika bertengger dipohon sarang.

Dimana Elang Jawa Tinggal?

Yang Jelas tempat tinggal elang jawa it dihutan buan dirmah mewah. Elang Jawa menghuni hutan hujan yang terdapat mulai dari permukaan laut sampai ketinggian 3.000 m dpl, tetapi lebih menyukai daerah dengan ketinggian antara 200 hingga 2000 m. Jenis hutan yang dihuninya meliputi hutan primer, sekunder dan bahkan hutan produksi. Hutan produksi yang disukai adalah hutan pinus.

Bersambung Ke Mengenal Elang Jawa Simbol Negara Kita (Part 2)

Jenis Burung Kenari

Burung kenari atau nama latinnya Serinus Canaria adalah burung yang cantik dan bersuara merdu. Burung kenari banyaknya jenis ini merupakan kondisi alam atau juga karena kawin silang yang terjadi sejak lima abad yang lalu. Banyak nama dan jenis jenis burung kenari yang menghasilkan suara bagus

Jenis Burung Kenari

1. Burung Kenari Norwich :

 Burung kenari norwich dewasa ini merupakan burung kenari yangmenanik. Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan mempunyai bentuk yang serba “bulat”. Dengan dada bidang, punggung pendek lebar, sayap pendek dan ekor pendek, serta paruh juga pendek. Banyak dan burung ini yang memiliki warna hijau yang menanik Sekali. Burung ini jarang yang berwarna putih. Panjangnya antara 15—16 cm.



2. Burung Kenari  Yorkshire:

Burung kenari ini merupakan hasil persilangan burung kenari lancashire dan burung kenari belgia. Bentuk burung ini terkadang digambarkan seperti wortel yang terbalik.



3. Burung Kenari Cinnamon :

Burung Cinnamon dewasa ini mempunyai kesamaan dengan kenari Norwich dan tergolong burung yang menarik. Mereka inilah yang menjaga kelestanian burung ini. Burung ini mempunyai kelompok bulu yang tebal dan mempunyai bentuk yang serba “bulat”.



4. Burung Kenari Border :

Burung kenari border merupakan burung kenari yang paling populer. Burung ini berasal dan jenis cumberland fancy, dan bersumber dari negara perbatasan (border) antara lnggris dan Skotlandia. Burung ini berbentuk serba “bulat” dilihat dan sudut mana saja. Di dalam pertandingan, bentuk bulat itu sangat menentukan. Di samping itu tingkah burung harus menunjukkankebiasaan gerak tertentu. Burung kenari border ini mencapai panjang 14 cm.

Tips Merawat Burung Kenari

Burung Kenari sangatlah mudah dalam perawatan dan tidak terlalu banyak memakan biaya dan waktu.Usahakan burung kenari di kasih makan dengan baik dan benar sehingga burung kenari dapat menghasilkan suara yg ciamik.

Tips Merawat Burung Kenari

Nama burung kenari belakangan ini menjadi cukup populer di kalangan pecinta burung kicauan, dengan penampilan yang keren di tambah suara yang bagus tidak heran bila kenari menjadi salah satu burung yang dicari. Untuk memperoleh kenari yang bagus ada 2 cara, yaitu dengan membeli burung yang sudah jadi atau membeli bakalan kemudian melatihnya perlahan lahan hingga menjadi jagoan. Nah, pada artikel kali ini pojok-vet akan memberikan beberapa tips yang bisa anda gunakan untuk memilih dan juga merawat burung kenari.


  • Pilih burung kicauan kenari dari pejantan yang berkualitas, dimana ciri-ciri kenari jantan yang mempunyai grade bagus adalah bentuk kepalanya agak kotak dan juga pada tempat pembuangan kotorannya seperti condong keluar.
  • berikan makanan sesuai dengan jenis burung kenari anda, maksudnya bila kenari anda termasuk dari jenis lokal maka sebaiknya berikan saja makanan lokal. Hal ini disebabkan lidah kenari lokal hanya cocok dengan makanan yang berasal dari daerah setempat. Kecuali bila kenari anda termasuk dalam jenis impor, maka makanan impor bisa di coba.
  • Untuk mendapatkan burung kenari dengan nafas yang panjang, biasakanlah memberi sangkar yang luas pada burung kicauan kesayangan anda. Hal ini akan memudahkan kenari untuk bergerak leluasa, selain melatih gerak juga menjadikan kenari tidak gampang stress.
  • Bila perlu, makanan tambahan dapat diberikan pada kenari kesayangan. Seperti sawi, wortel, ketimun, selada dll. Sebagai contoh, misalnya ketimun, diberikan bila kenari anda terlalu gemuk. Sawi atau sosin diberikan untuk membuat bulu kenari terlihat bersih dan juga bersinar sesuai sesuai warna dasarnya.
  • Jemur burung kenari di bawah terik matahari pagi, sekitar 1 jam
  • mandikan burung sekali dalam seminggu
  • berikan kerodong penutup, khususnya bila malam telah tiba. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah gigitan nyamuk.

tips  untuk pakan kenari
Untuk mendapatkan kicau burung selalu prima, terkadang burung kenari butuh makanan tambahan yang yahud dan mantap. Anda pun dapat meracik sendiri makanan andalan yang bisa digunakan untuk memacu kicau burung kesayangan. Parut 1 siung jahe dan kunyit hingga halus lalu di rebus dengan sedikit air jika sudah panas tiriskan ke dalam tempat semacam panci setelah itu campurkan pakan kenari dengan perbandingan 1siung jahe dan kunyit untuk 1 kilo pakan kenari biarkan supaya menyerap lalu di aduk ,kemudian jemur (dengan serat jahenya) setelah agak kering di garang diatas katel/wajan (tanpa minyak) dengan menggunakan api kecil setelah kering benar lalu angkat ,(jangan terlalu lama ) lalu suguhkan ke kenari anda. Racikan pakan tersebut akan membuat kenari selalu berbunyi dalam segala medan musim, baik musim panas ataupun dingin. Selamat mencoba tips merawat burung kenari.

Color Bred Canary

Salah satu varietas paling populer dari semua burung kenari adalah Color Bred Canary. Burung ini dipelihara orang di hampir seluruh pelosok dunia. Color Bred Canary adalah burung kecil yang indah bagi mereka yang mengutamakan burung dengan penampilan warna yang khusus.
Burung Color Bred Canary tidak tidak hanya harus cantik, tetapi juga aktif dan sangat menghibur. Burung yang menyenangkan ini cukup mudah dipelihara namun rekatif tidak mudah untuk berkembang biak . 


Sehingga memerlukan perhatian khusus jika kita ingin menangkar kenari warna agar tetap menghasilkan keturunan kenari yang juga berwarna-warni. Color Bred Canary termasuk varietas burung kenari yang relatif baru, dikembangkan mulai pertengahan-1900. Hari ini ada beberapa ratus versi burung Color Bred Canary.

Sangkar Burung Kenari

Sangkar Burung Kenari - Burung kenari termasuk jenis burung pipit, yaitu pemakan biji-bijian. Biji ini dikupas oleh paruhnya yang cukup keras. Besar burung ini umumnya sebesar burung gereja atau burung gelatik yang banyak kita jumpai. Ada pula yang ber badan lebih kecil dan lebih besar, sehingga dapat mencapai ukuran sebesar burung kutilang. Karena pemakan biji- bijian, maka kotorannya tergolong agak keras dan bersifat melekat. Boleh jadi karena binatang ini juga memakan hijau-hijauan maka kotorannya tidak sekeras kotoran burung perkutut. Dengan sifat kotoran yang lembek-lembek keras, atau keras-keras lembek, dan bersifat melekat sudah tentu ini perlu diperhatikan di dalam memilih sangkar.





Sangkar buatan dalam negeri umumnya memiliki jeruji (bambu atau kawat) sebagai penjaga burung agar tidak lepas, dan di bawah jeruji itu terdapat penampung kotoran. Pada jenis kurungan seperti ini, membersihkan kotoran agak sukar, sebab jerujinya pun akan terkena kotoran. Dan jeruji ini umumnya terpaku mati bersama sangkar. Sangkar yang jerujinya dapat dilepas, sangat mudah untuk dibersihkan. Pada sangkar buatan luar negeri, yang kita temukan di pasaran, kita akan melihat bahwa sangkar itu dibuat dan jeruji kawat dengan dasar sangkar dan plastik. Sedang penampung kotoran berada diatas pembatas kurungan yang biasanya bersifat tertutup rapat. Sangkar buatan Taiwan, misalnya, dasar sangkar juga diberi plastik sebagai alas agar kaki burung tidak mengenai kotorannya sendiri. Konstruksi sangkar ini sangat praktis sehingga mudah untuk dibersihkan. Sangkar yang di pakai adalah sangkar dan Jepang. Sangkar ini alasnya tanpa pembatas, sehingga kotoran akan dapat diinjak oleh burung. Pada alas itu terdapat potongan kertas koran yang harus diganti paling lama dua/tiga han sekali.




Ada juga orang yang memakai potongan plastik Sehingga dapat dicuci. Keuntungan memakai plastik adalah plastik ini tidak dapat dicabik-cabik oleh burung, yang terkadang mempunyai kegemaran menyobek-nyobek kertas koran. Tetapi menggunakan kertas koran juga mempunyai keuntungan lain, yaitu kertas itu dapat dibuang dan diganti potongan lain. Hal lain yang perlu diketahui ialah kebiasaan burung kenari yang gemar mandi atau cuci muka. Dengan kesenangan, burung akan berusaha mencelupkan paruhnya ke tempat minum. Kebiasaan ini juga perlu diperhitungkan, sebab di dalam kita meletakkan makanan hendaknya berada pada tempat sebegitu rupa sehingga percikan air tidak akan mengenai makanan sehingga menjadi basah. Selain dua hal di atas, penlulah kiranya diperhatikan pula bahwa memelihara burung kenari dalam sangkar haruslah satu sangkar dipakai untuk satu ekor burung jantan. Tentulah hal ini tidak aneh dan bukan barang asing.
Sebagai tambahan, dapat dikatakan bahwa argumentasi mengenai sangkar burung (dilihat dan segi apa dan bagaimana sangkar yang baik dilihat dan kegunaannya) telah berjalan cukup lama, yaitu hampir satu abad.

Budidaya Burung Puyuh

 
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuhrelatifkecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut jugaGemak (Bhs.Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut "Quail", merupakan bangsaburung(liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870.Dan terusdikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulaidikenal,dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan dikandang-kandang ternak yang ada di Indonesia.


2. SENTRA PERIKANAN

Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat di Sumatera, Jawa Barat,
Jawa Timur dan Jawa Tengah

3. JENIS

Kelas : Aves (Bangsa Burung)
Ordo : Galiformes
Sub Ordo : Phasianoidae
Famili : Phasianidae
Sub Famili : Phasianinae
Genus : Coturnix
Species : Coturnix-coturnix Japonica

4. MANFAAT

1) Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan rasa yang lezat
2) Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
3) Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat
digunakan sebagai pupuk tanaman

5. PERSYARATAN LOKASI

1) Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk
2) Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama jalur sapronak dan jalur-
jalur pemasaran
3) Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit
4) Bukan merupakan daerah sering banjir
4) Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi udara yang baik.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan

1) Perkandangan

Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur
kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban
kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25-
40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca
mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar
matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu
sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang
untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor
untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2
sampai masa bertelur.

Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya burung puyuh
adalah:
a. Kandang untuk induk pembibitan
Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan
mneghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang
akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara.
Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.

b. Kandang untuk induk petelur
Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini
mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama.
Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.

c. Kandang untuk anak puyuh/umur stater(kandang indukan)
Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter,
yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu.
Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih
memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang
sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas.
Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang
100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor
anak puyuh).

d. Kandang untuk puyuh umur grower (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6
minggu)
Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk
petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.

2) Peralatan

Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum, tempat
bertelur dan tempat obat-obatan.

6.2. Penyiapan Bibit

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah
memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan,
pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan.

Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3
(tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang
sehat atau bebas dari kerier penyakit.
b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur
afkiran.
c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang
baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi
puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.


6.3. Pemeliharaan

1) Sanitasi dan Tindakan Preventif

Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan
lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini
mungkin.

2) Pengontrolan Penyakit

Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda
yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan
sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau
petunjuk dari Poultry Shoup.

3) Pemberian Pakan

Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa
bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang
suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-
matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali
sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum
hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak
puyuh pada bibitan terus-menerus.

4) Pemberian Vaksinasi dan Obat

Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk
ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air
minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat
gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat
ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda
beternak puyuh.

7. HAMA DAN PENYAKIT

1) Radang

usus (Quail enteritis)
Penyebab: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus,
sehingga timbul pearadangan pada usus. Gejala: puyuh tampak lesu, mata
tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.
Pengendalian: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan
burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi.


2) Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
Gejala: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu,
mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang
spesifik adanya gejala "tortikolis"yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu
dan lumpuh. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan
peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang
mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu
masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta
melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.

3) Berak putih (Pullorum)
Penyebab: Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.
Gejala: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu
mengerut dan sayap lemah menggantung. Pengendalian: sama dengan
pengendalian penyakit tetelo.

4) Berak darah (Coccidiosis)
Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi,
bulu kusam menggigil kedinginan. Pengendalian: (1) menjaga kebersihan
lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule
diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air
minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox

5) Cacar Unggas (Fowl Pox)
Penyebab: Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan jenis
kelamin. Gejala: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu,
seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan
mengeluarkan darah. Pengendalian: vaksin dipteria dan mengisolasi
kandang atau puyuh yang terinfksi.

6) Quail Bronchitis
Penyebab: Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat menular.
Gejala: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan
bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta
kadangkala kepala dan leher agak terpuntir. Pengendalian: pemberian
pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.

7) Aspergillosis
Penyebab: cendawan Aspergillus fumigatus. Gejala: Puyuh mengalami
gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju,
mengantuk, nafsu makan berkurang. Pengendalian: memperbaiki sanitasi
kandang dan lingkungan sekitarnya.

8) Cacingan
Penyebab: sanitasi yang buruk. Gejala: puyuh tampak kurus, lesu dan
lemah. Pengendalian: menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan
yang terjaga kebersihannya.


8. PANEN

8.1. Hasil Utama

Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah
produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.

8.2. Hasil Tambahan

Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran,
tinja dan bulu puyuh.

9. PASCAPANEN...

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

10.1.Analisis Usaha Budidaya

1) Investasi
a. kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m
(1 jalur + tempat makan dan minum) Rp. 2.320.000,-
b. kandang besar Rp. 1.450.000,-

2) Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)
a. ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) Rp. 1.596.000,-
b. Obat (Vitamin + Vaksin) Rp. 145.000,-
c. Pakan (selama 60 hari) Rp. 2.981.200,-
Jumlah biaya produksi Rp. 4.722.200,-
Keadaan puyuh:
- Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan betina)
- Resiko mati 5%, sisa 1900
- Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan, 1615 betina)
- Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina dan Rp 725 jantan
- Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan Rp. 4.408.000,-
Minus Rp. -314.200,-

3) Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)
- 200 DOQ x Rp 798,- Rp. 159.600,-
- Obat (vitamin dan Vaksinasi) Rp. 290.000,-
- Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) Rp. 2.459.925,-
Pakan (s/d minggu ke 4) betina

1615 ekor dan 71 ekor jantan (25% jantan layak bibit) Rp. 5.264.051,-
Jumlah biaya produksi Rp. 8.173.576,-
Keadaan puyuh:
- Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata 85%, jumlah telur
1373 butir
- Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- Rp. 7.723.125,-
- Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- Rp. 5.854.375,-
- Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- Rp. 59.850,-
- Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-

4) Keuntungan dari hasil penjualan Rp. 5.618.924,-

5) Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan)
a. Biaya untuk umur 4-8 bulan Rp. 1.625.137,-

6) Pendapatan
a. Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp 75,- Rp. 20.080.125,-
b. Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- Rp. 1.288.770,-
c. Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- Rp. 51.475,-
d. Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- Rp. 155.150,-

7) Keuntungan beternak puyuh petelur dan afkiran jual Rp. 10.950.113,-

Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur,
baru kemudian puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. Analisa
usaha dihitung berdasarkan harga-harga yang berlaku pada tahun 1999

 

 

close


Jangan Lupa Like And Follow Yach!!!

×
Diberdayakan oleh Blogger.