• Blog
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube

close

close

Gelatik Jawa Mulai Menyebar Ke Pulau Jawa



 

OM Adyth - Dalam seri terkini artikel hasil kerjasama antara Burung Indonesia dan Mongabay-Indonesia kali ini akan dibahas burung yang endemik di Jawa, Bali dan Pulau Kangean, yaitu gelatik Jawa (Padda oryzivora) yang merupakan burung berukuran 16 cm yang memiliki paruh merah dan bercak putih mencolok pada pipinya. Suara khas yang sering terdengar dari burung berkepala hitam dan berperut merah jambu ini adalah “tik” yang tajam atau “tup” yang tenang.


Burung dari suku Estrildidae ini menyukai lahan pertanian, pekarangan rumah, dan wilayah perkotaan. Mereka sering bergabung dalam kelompok besar pada sebuah pohon besar nan tinggi dan secara teratur akan menyerbu ladang jagung atau areal persawahan. Hal unik dari gelatik ini adalah, saat berebut tempat sarang mereka akan menggoyangkan badan dengan gerakan yang bisa dibilang rumit. Namun begitu, jenis ini memiliki sifat sosial yang tinggi antara sesamanya.

Dahulu, burung endemik Jawa, Bali, dan Pulau Kangean (utara Bali) ini sangat mudah dilihat di wilayah pertanian hingga ketinggian 1.500 m diatas permukaan laut. Sekarang, keberadaannya mulai sulit ditemui karena penangkapan untuk diperdagangkan. Populasi globalnya diperkirakan antara 1.500-7.000 individu dewasa. International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN) menetapkan statusnya Rentan (Vulnerable/VU).

Meski sudah jarang terlihat di Pulau Jawa, namun jangan heran bila kita masih bisa melihat burung berkaki merah ini di tempat lain. Ini dikarenakan, burung yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan sebutan Java Sparrow telah terintroduksi dan menyebar luas ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian Maluku, hingga Asia Tenggara dan Australia. Di luar Pulau Jawa, umumnya mereka berada di perkotaan.

Bulan April ini, Burung Indonesia juga memberikan kalender wallpaper yang bisa dipasang di gadget anda untuk menjadi pengingat sekaligus ornamen indah bertema Gelatik Jawa.

Enggang Kembali Dibantai

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/08/1104294-nut-penggagalan-penyelundupan-paruh-burang-enggang--p.jpg

OM Adyth- Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam wilayah Sumatera Barat menyita puluhan bagian paruh enggang di Kota Padang, Sumatera Barat.Wakil Kepala Satuan Polhut BKSDA wilayah Sumbar Zulmi Gusrul , Selasa (2/4/2013) mengatakan penyitaan dilakukan pada Senin (1/4/2013). 

 
Zulmi menyebutkan, sebagian besar dari 48 paruh enggang yang disita itu berasal dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Zulmi menyebutkan, dua orang pelaku ditangkap beserta pul uhan paruh yang dibawa dalam mobil. 

Indikasi akan dijual kemana belum bisa diketahui, sebut Zulmi. Perbuatan kedua orang tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 5/1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. 

"Hingga saat ini kedua orang tersebut masih ditahan. Mereka belum jadi tersangka," ujar Zulmi.   -kompas

Seputar Burung Ciblek

Sementara pada jenis Prinia familiaris olivaces warna bulu tampak lebih terang atau lebih muda, garis putih di sayap lebih pendek dan agak kecil, tubuh tampak ramping, serta dada tidak terlalu bidang, bulu dada jantannya hitam yang tampak tipis atau samar, kicauannya lebih menonjolkan jeritan panjang satu nada dan tidak membentuk vokal seperti ciikrak..ciikrak..cet..cet.. oleh karena vokal suaranya tidak terbentuk maka suara kicauannya terdengar tipis dan kurang keras. Penyebarannya di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Sumatera.

Habitat:

Daerah sawah, kebun, ladang, pinggiran hutan dan di sekitar rumah penduduk, dari dataran rendah hingga pada ketinggian 1000 m dpl sangat mungkin dijumpai burung ciblek. Musim berkembangbiaknya tidak pasti, akan tetapi pada umumnya mereka berkembangbiak pada saat menjelang musim hujan dengan jumlah telur  yang dihasilkan antara 2 sampai dengan 3 butir. Makanan alami yang paling disukai ciblek adalah serangga, seperti ulat daun, rayap, telur kupu-kupu, telur semut dan jenis serangga lainnya.


Membedakan Ciblek Jantan dengan Ciblek Betina

 
Ciri-ciri ciblek jantan antara lain: badan lebih besar dan ekornya lebih panjang dari yang betina, bulu dada atas dan samping kanan kiri berwarna hitam, bulu dada ke bagian perut kuning keputih-putihan, atap kepala hingga ke sayap abu-abu gelap, untuk ciblek dewasa paruh bawah berwarna hitam,bunyi suara ciikrak…ciikrak..!! Sedangkan untuk ciri-ciri ciblek betina adalah: badan lebih kecil serta ekor lebih pendek dari yang jantan, bulu dada kuning keputihan, bulu atap kepala hingga ke sayap abu-abu pucat, untuk burung dewasa paruh bawah berwarna putih, mempunyai alis berwarna putih di atas mata, serta bunyi suara cineniin…cineniin…



Daya Tarik burung Ciblek

 
Daya tarik burung ciblek umumnya pada suara kicauannya, meskipun senada kicauannya menarik dinikmati ketika berulang-ulang dan terus-menerus terlebih lagi apabila kicauannya pada tempo yang tinggi dalam waktu lama.


Ciri-ciri ciblek yang baik

 
Umumnya ciblek dikatakan baik apabila telah rajin  berkicau, namun hal ini belum menjadi ukuran kalau ingin membawanya ke arena lomba, suara kicauannya dikatakan baik kalau volumenya besar, keras, tajam, cepat dan tebal, hal ini sangat tidak mungkin dperoleh pada ciblek bakalan atau baru ditangkap. Biasanya suara burung berkicau yang baik dapat ditandai dengan meliha paruhnya, paruh yang agak panjang dan tidak begitu tebal menandakan burng memiliki suara yang baik dan rajin berkicau, sementara paruh yang pendek dan tipis biasanya kicauannya jarang dan ngambang.


Perawatan ciblek dari bakalan muda hutan yang belum makan voer


Menjinakkan bakalan ciblek muda hutan dari hasil tangkapan atau membeli di pasar burung yang belum makan voer sangat mudah, beberapa langkah perawatannya adalah sebagai berikut:




  1. Untuk mengkondisikan ciblek tersebut pada sangkar barunya sebaiknya ciblek di masukkan sangkar yang ketiga sisinya (samping kiri kanan dan belakang) ditutup dengan koran ataupun kain, kemudian ditaruh di tempat yang sepi, selama kurang lebih 3 (tiga) hari ciblek dikasih kroto segar setiap pagi dan sore.minuman bisa dicampur dengan multivitamin/antistress untuk burung.
  2. Hari selanjutnya adalah meracik campuran kroto dengan voer lembut ditambah air sedikit. 2-3 hari pertama komposisi kroto dengan voer adalah 75%:25%; 2-3 hari kemudian 50%:50%; 2-3 hari kemudian 25%:75%. Pemberian campuran kroto dengan voer ini diberikan pada pagi dan sore hari, bisa ditambah dengan 2 (dua) ekor jangkrik kecil. Kira-kira 6 – 9 hari ciblek sudah mau makan voer, dengan melihat kotorannya yang sudah berwarna seperti warna voer. Campuran kroto bisa diganti dengan ulat hongkong.
  3. Setelah warna kotorannya sudah menyerupai warna voer langkah selanjutnya adalah memberikan voer kering 100% selama 1 minggu yang diselingi dengan pemberian extra fooding berupa kroto segar/ jangkrik/ ulat hongkong dengan jumlah terbatas setiap pagi dan sore, sekaligus membuka ketiga sisi sangkar yang tertutup. Hal ini dilakukan untuk membiasakan secara perlahan-lahan terhadap dunia barunya. Pada tahap ini ciblek sudah dapat makan voer secara total, namun karena burung ciblek adalah burung pemakan serangga alangkah baiknya jika ciblek diberikan selingan jangkrik/ kroto/ ulat hongkong walaupun 1 (satu) hari sekali dengan jumlah 2-3 ekor jangkrik kecil atau 3-4 ekor ulat hongkong atau ½ sendok teh kroto.
  4. Untuk menjinakkan ciblek, trik selanjutnya adalah menaruh burung ciblek pada keramaian dengan menggantungkannya pada posisi yang agak tinggi kemudian setiap pekan berangsur-angsur semakin rendah, sambil dilatih pemberian extra fooding dengan tangan.
  5. Setelah 3 – 4 bulan burung ciblek anda akan berkicau dengan riang.
Pemberian kroto setiap hari akan merangsang burung ciblek cepat berkicau.

Perawatan burung ciblek supaya rajin berkicau

 
Untuk menjadikan burung ciblek anda rajin berkicau berikut tips perawatannya:
1. Pagi jam 05.00 WIB buka krodong, kemudian digantang di luar rumah, para kicaumania sering menyebut diembun-embunkan, namun sebenarnya untuk semua jenis burung senang akan suasana pagi hari menjelang matahari terbit.
2. Jam 07.00 WIB ciblek diberikan extra fooding berupa jangkrik kecil 2-3 ekor, kroto ¼ – ½ sendok teh, ulat hongkong 2 – 4 ekor (pemberian extra fooding bisa disesuaikan dengan settingan), kemudian disemprot dengan setelan semprotan lembut.
3. Penjemuran bisa dilakukan pada pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 09.00 WIB.
4. Setelah itu di gantang ditempat yang teduh.
5. Sore hari jam 16.00 WIB pemberian extrafooding dengan jumlah yang sama dengan pemberian extra fooding pagi harinya.
6. Sore jam 17.00 WIB burung dikrodong.

Jangan Lupa Like And Follow Yach!!!

×