Nuri Raja Sayap Kuning


Papuan King Parrot
Alisterus chloropterus (W. Ramsay, 1789)
Deskripsi
38 cm. Ekor panjang kehitaman, iris merah, dan sayap hijau. Jantan, kepala dan tubuh bagian bawah merah, bahu berbercak hijau berpendar, tengkuk dan tunggir biru. Betina memiliki topi, sayap, dan punggung hijau. Sedangkan dada dan perut merah. Remaja mirip dengan betina. Di populasi barat-laut, betina seperti jantan, tetapi tanpa tengkuk biru.
Suara
Tanda bahaya ”shhhk!” atau ”keek!” tajam yang diulang-ulang ketika terbang. Mengeluarkan rangkaian suara ”eree eree eree eree …..” yang meratap, agak meninggi, metalik, dan bernada tinggi yang nadanya menurun secara bertahap saat bertengger.
Belum tersedia rekaman suara yang diambil dari wilayah Indonesia
Penyebaran dan Ras
Di seluruh pegunungan Papuakecuali Daerah Kepala Burung (dan Teluk Cendrawasih?) dimana populasinya digantikan oleh Nuri-raja Ambon. Terdapat tiga sub-spesies yang dikenal, yaitu:
  • moszkowskii (Reichenow, 1911) – Papua bagian utara.
  • callopterus (D’Albertis & Salvadori, 1879) – Papua bagian tengah dari Peg. Weyland sampai Sungai Fly.
  • chloropterus (E. P. Ramsay, 1879) – Papua bagian timur.
Tempat Hidup dan Perilaku
Hutan pegunungan dari kaki bukit sampai ketinggian 1800m. Hidup sendirian, berpasangan, atau dalam kelompok-kelompok kecil sampai 10 ekor. Menghuni hutan bagian dalam, kurang umum di hutan sekunder. Memakan biji-bijian di seluruh lapisan hutan. Penerbang yang gesit dan indah dengan kepakan sayap yang dalam.
Status
Daftar merah IUCN : Resiko Rendah (LC)
Perdagangan Internasional: Appendix II, dapat diperdagangkan dengan pengaturan tertentu
Perlindungan: -

Author : bumi elok // 03.05
Label:

Facebook Comments
0 Blogger Comments


0 komentar:

Poskan Komentar

 

close


Jangan Lupa Like And Follow Yach!!!

×
Diberdayakan oleh Blogger.