Burung-Burung Yang Ada di Sekitar Kita

Apa saja burung-burung liar yang biasa kita lihat atau dengarkan suaranya disekitar rumah kita, bisa di pekarangan , kebun, sawah atau di sungai belakang rumah kita, ini adalah daftar burung yang lazim ditemui di sekitar rumah walau kadang tidak semua burung burung tersebut masih ada karena penangkapan yang berlebihan. 

1. Burung Gereja ( Passer montanus ) 


2. Bondol Jawa (  Lonchura leucogastroides )


3. Bondol Peking ( Lonchura punctulata ) 
 


 4. Bondol haji ( lonchura maja ) 


5.Celepuk jawa / Burung hantu jawa ( Javan Scops Owl Otus angelinae }
 
 6. Kapinis rumah ( affus afinis ) 

7. Tekukur biasa ( Streptopelia chinensis ) 

8. Dederuk Jawa (Streptopelia bitorquata)

9. Perkutut Jawa (Geopelia striata)



10. Cekakak Sungai (Todirhamphus chloris)
 


11. Raja Udang Biru (Alcedo coerulescens)

12. Raja Udang Meninting (Alcedo meninting)



13. Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster)



 14. Wiwik Kelabu (Cacomantis merulinus)
 


15. Cerukcuk Merbah (Pycnonotus goiavier)



16. Cabai Jawa (Dicaeum trochileum)
 
 
 
17. Burung Madu Sriganti (Nectarinia jugularis)
 


18. Burung Madu Kelapa (Anthreptes malacensis)



19. Perenjak jawa / Ciblek ( Prinia familiaris )



20. Perenjak Padi ( Prinia inornata blanfordi)



21. Perenjak / Cinenan (Orthotomus ruficeps)
 
 
 
22. Kacamata ( zosterops )


23. Pentet / toed ( lanius schach )



Pemasteran Burung Kicauan

Tujuan dari memaster burung adalah melatih burung khususnya agar burung yang menjadi kesayangan kita bisa mengeluarkan lebih banyak variasi lagu dan nada. namun apakah 
Tujuan dari memaster burung adalah melatih burung khususnya burung yang menjadi kesayangan kita agar bisa mengenal lebih banyak suara burung – burung lain dan agar suara burung yang kita master akan menjadi lebih bervariasi dan kaya dengan suara bermacam-macam burung baik itu dari segi ngeroll ataupun tembakannya. Namun apakah masuk tidaknya suara burung masteran tersebut tidaklah lepas dari kecerdasan burung yang akan kita master dengan burung lainnya, ada beberapa burung yang sulit untuk dimaster atau menirukan burung lain bahkan tak sedikit pula burung yang dengan kecerdasannya meniru suara burung lain.

Diantara burung – burung yang rutin di masterkan dengan suara burung lain diantaranya adalah :  Trucukan, Pentet, Murai Batu, Cucak ijo, Kacer dan branjangan dan karena kecerdasannya merekam suara , burung jenis ini sering kemasukan suara tanpa tidak sengaja . namun apabila suara yang terekam tersebut adalah suara yang tidak diharapkan tentulah akan menurunkan kualitas dari burung tersebut. 
Dan biasanya para kicauan mania akan memaster ulang burung mereka disaat burung mereka mulai terlihat dalam kondisi mabung / rontok bulu, nah pada saat burung dalam keadaan rontok bulu itulah pemasteran ulang bisa diterapkan dan juga pada saat itu kondisi burung sedang mengalami penurunan sehingga suaranya pun terganggu dan alangkah tepatnya jika sewaktu proses rontok hingga tumbuh bulu berlangsung  kita mulai pemasteran burung tersebut  walaupun  kadang hasil pemasteran tidaklah seperti yang kita harapkan karena siburung bisa stress, macet bahkan bisa menjadi burung yang rusak sekali lagi perawatan burung yang sedang rontok bulu memang membutuhkan penanganan khusus dan lebih dari kita sebagai pemilik burungnya.

Pemasteran tidak hanya mengisi suara nada burung tapi juga dilihat dari irama , tembakan dan karalteristik suara dari burung yang akan kita master. Pemasteran yang baik akan menghasilkan burung yang mampu bersuara bervariasi tanpa mengulang-ulang lagunya, suara yang tinggi dan kencang, serta tembakan – tembakan / cerecetan khusus yang biasa kita dengar pad burung sejenis cucak jenggot, kapas tembak dan ciblek ( oleh karena itulah jenis – jenis burung ini sangat populer di kalangan kicaumania sebagai burung master untuk burung murai batu dsb ). 


Tahapan pemasteran dibagi menjadi beberapa cara dan tekhniknya diantaranya :
- Pemasteran dengan burung lain.
- Pemasteran dengan suara dari kaset / CD / Handphone dengan fasilitas mp3
- Pemasteran dengan perangkat elektronik
Jika kita sudah mengamati dan mengenal sifat nada dan karakter suara dari burung yang
akan kita master barulah kita memilih burung masteran yang sesuai dengan karakter suara burung kita. Jangan sampai si burung yang akan kita master tidak memiliki kesamaan karakter suara maka akibatnya suara burung tersebut akan sulit dicerna oleh burung yang kita masterkan tersebut.  Sepreti misalnya jika kita memaster burung kenari maka yang pertama kita pilih sebagai burung masterannya adalah burung blackthroat hal ini dikarenakan suara burung tersebut memiliki karakter dan irama yang sama dengan burung kenari juga bisa memaster kenari dengan burung ciblek hal ini karena karakter suara burung ciblek hampir mirip dengan burung kenari terlebih dalam suara tembakannya.

Selain dari suara tembakan para kicau mania juga sering memaster burung berdasarkan variasi speed ( kecepatan suara ) yang rapat, karena hal ini akan berdampak pada kualitas burung tersebut dari segi penilaian juri – juri di setiap lat-beran ataupun menjadikan burung tersebut menjadi lebih gacor. Dan sebagai variasi terakhir bisa dicari suara burung yang memiliki irama mengayun / beralun-alun , mendayu dan meliuk-liuk , karena dengan lengkapnya varias I suara tersebut emmebuat siburung mudah ngeroll dan tanpa mengulang-ulang lagunya  serta melantun indah dengan diselingi tembakan dan speed yang rapat.




Untuk posisi pemasteran yang baik bisa dilakukan dengan cara membuat burung yang kita master merasa nyaman dan tidak terganggu oleh suara apapun hal ii bisa dengan cara menutupi sangkarnya dengan kerodong atau meletakan si burung di tempat yang teduh dan tenang dengan burung masteran berada tepat diatasnya, hal ini agar suara burung masteran terdengar lebih jelas dan juga si burung master tidak akan bis melihat burung masterannya. Ada juga yang menerapakan dengan cara memaster burung secara bersampingan namun dalam hal ini harus diperhatikan jarak antara siburung jhjangan sampai berdekatan dan lebih bagus lagi jika siburung yang akan kita master sangkarnya ditutup dahulu dengan kerodong agar si burung tidak melihat sumber suara, karena biasanya si burung akan tidak mau merekam suara burung yang terlihat oleh dirinya. 

Pemasteran dengan perangkat elektronik.


Pemasteran dengan CD ataupun perangkat elektronika lainnya bisa diiblang termasuk yang paling mudah dan murah, karena dengan hanya bermodalkan perangkat tersebut kita sudah memiliki puluhan bahkan ratusan suara-suara burung kicauan, bayangkan jika kita menggunakan burung – burung asli tentulah hal ini akan menambah biaya hanya untuk memaster seekor burung.
Namun yang harus diperhatikan disini adalah kualitas suara dari apapun jenis perangkat elektronik kita baik itu CD, MP3 ataupun perangkat elektronik lainnya, kualitas suara harus jernih tidak ber noise dan juga terdengar kencang diperangkat kita ( tape/speaker) dan tidak ngebass ataupun treeble ( standar) hal ini agar si burung mampu merekam suara dengan baik dan tidak terganggu suaranya ooleh suara-suara noise ataupun suara jelek yang terekam oleh perangkat itu tadi. 


Tekhnik pemasteran menggunakan media elektronik : simpan perangkat elektronik anda dengan jarak kurang lebih 5-7 meter dari kandang dengan volume suara standar. 


Kesimpulan :
Apapun jenis pemasteran yang akan kita terapkan pada burung kita yang harus perhatikan adalah karakter dari suara burung yang akan kita master harus sesuai dengan suara burung masteran kita.

Tips Memilih dan Membedakan Burung Bakalan



Memilih Burung bakalan

Sewaktu kita berada di pasar burung kita acapkali ditawari dengan burung jadi , burung bakalan dan burung bakalan muda hutan . tapi apakah kita mengerti maksudnya , untuk penggemar burung kicauan yang sudah malang melintang di dunia perburungan tentu hal tersebut sudah dapat dengan mudah membedakan antara burung bakalan muda , burung jadi dan burung bakalan muda hutan.  Tapi bagi pemula tentunya tentunya akan sulit untuk membedakannya. Sekarang topik kita kali ini adalah membedakan antara Burung jadi , Burung bakalan serta burung muda hutan serta tips dan bagaimana memilih burung bahan yang bagus dan mempunyai prospek kedepannya. 


 Memilih Burung Jadi
 
Burung jadi bagi siapapun itu entah itu pemula ataupun senior tentu dengan gampang melihat ciri-cirinya. Burung yang sudah jadi akan rajin berkicau dimanapun dan kapanpun, serta tidak akan takut jika melihat ataupun didekati oleh manusia. Burung ini tercipta dari

hasil perawatan harian yang rutin serta pemberian pakan dan vitamin yang mendukung stamina serta kondisi fisik dan suaranya. Oleh karena hasil perawatan yang bisa dibilang cukup ‘lama’ tersebut maka harga burung – burung jadi pun bisa meningkat beberapa kali lipat dari harga burung bakalan.  Terlebih lagi jika si burung ikut disertakan dalam setiap latihan – latihan ataupun kontes – kontes dan menyandang gelar juara I atau juara II maka otomatis harga dan wibawa si burung akan melonjak dan menjadi kebanggaan si pemilik burungnya.
Dalam pemilihan Burung jadi ini harus pula diperhitungkan apakah si burung sedang  dan akan mengalami kondisi Moulting / rontok bulu hal ini bisa ditanyakan kepada penjualnya kapan terakhir kali burung ini ganti bulu. Jangan sampai begitu berpindah tangan, ehh si burung beberapa hari kemudian mengalami rontok bulu yang berakibat pada semakin jarangnya ‘beliau’ bersuara serta kondisi fisik yang akan menurun drastis.  Sebaiknya jika anda ingin membeli burung jadi yang dalam keadaan demikian dengan alasan harganya yang relatif bisa lebih murah dari harga semula ( sewaktu kondisi FIT ) maka dianjurkan untuk merawat burung tersebut seperti layaknya rawatan burung yang sedang mengalami moulting / rontok bulu / mabung , hal ini sudah berkali – kali dijelaskan di blog burung indonesia ini, silahkan cari kembali di arsip – arsip , berikan setidaknya vitamin penumbuh bulu serta kecukupan asam amino untuk burung jadi yang sedang mengalami moulting tersebut. 

Memilih Burung bakalan.

Sering kita jumpai burung – burung bakalan yang bercampur dalam sebuah kandang besar, Burung – burung ini biasanya hasil dari penangkaran ataupun hasil tangkapan dari alam tapi usianya masih sangat muda ( piyik dan belum berganti bulu ) , Burung ini kerap disebut dengan burung trotolan oleh para penggemar burung di indonesia. Memilih burung bakalan pada usia ini sangat sulit untuk diketahui kedepannya apakah burung ini akan gacor atau mempunyai mental yang bagus atau malah burung ini hanya menghabiskan pakan kita saja dirumah selama beberapa bulan. 
Untuk bakalan kenari misalnya, harus dicari bakalan muda yang betul – betul PEJANTAN TANGGUH dalam artian berkelamin jantan, karena burung kenari jantan muda biasanya akan mulai mengeluarkan suaranya di usia 8 – 9 bulanan. Sementara burung kenari betina hanya akan menghabiskan pakan saja selama 8-9 bulan ( jarang bersuara ). Untuk burung bakalan sejenis pemakan serangga seperti ciblek atau prenjak di usia ini si burung sudah bisa dilatih makan voer serta bisa dilatih mentalnya dengan cara membuatnya jinak, karena burung ciblek muda masih berpotensi bisa dilatih jinak oleh kita jika kita rutin merawat dan melatihnya. Sukur – sukur bila burung tersebut nantinya jadi burung ‘cetrekan’ atau langsung gacor berbunyi saat pemiliknya menjentikan jarinya di hadapannya. 

Burung Bakalan Muda Hutan 

Selain burung bakalan yang sering kita jumpai di kios – kios burung, juga ada burung bakalan muda hutan . Burung bakalan muda hutan ini adalah burung – burung hasil tangkapan dari alam namun kondisi burung ini adalah setengah dewasa  dan biasanya sudah mengalami pergantian bulu / moulting. Bahkan kadang juga kita sering ditawari dengan burung yang sudah tua tapi masih disebut burung bakalan muda hutan. Rata – rata burung ini mempunyai suara khasnya aau suara aslinya yang mencirikan kondisi lingkungan tempatnya berasal sebelum ditangkap. Dan burung bakalan muda hutan yang rajin mengeluarkan suara aslinya inilah yang banyak dicari olah pecinta burung sebagai masteran untuk burung jagoannya. Banyak burung bakalan muda hutan yang bisa dijadikan master untuk burung sejenis Muray batu atau Cucak Ijo. Biasanya burung burung ini dicari karena keunikan suaranya.  Kekurangan dari burung bakalan muda hutan adalah sangat susah dilatih ataupun diatur oleh kita sehingga membuat mental burung – burung ini kurang bagus dan kerap menabrak sangkar jika ada yang mendekatinya. Diperlukan waktu yang lumayan lama untuk membuat burung ini menjadi jinak terhadap kita.  Tapi ada beberapa burung lokal kita yang bisa dibilang burung bakalan muda hutan tetapi masih bisa dilatih oleh kita dalam waktu yang singkat, dengan kata lain burung jenis ini mempunyai mental yang bagus serta mudah dalam perawatannya yaitu : Pentet / Toed / Cendet , Kutilang / Cangkurileung dan Jrog – jrog / Trucukan .

Ciri ciri burung bakalan yang masih berusia muda
Satu hal yang penting bagi kita dalam memiih burung bakalan adalah mengetahui apakah burung tersebut masih muda atau sudah dewasa ialah:
  • Perhatikan kakinya , kaki burung bakalan muda biasanya masih basah / berkilau jika kena cahaya, belum bersisik serta bercorak bersih, hanya saja secara umumnya belum ada burung bakalan hutan yang sudah tua kakinya bersisik.
  • Kuku burung yang sudah tua biasanya sudah memanjang, namun hal ini belum menjadi patokan karena banyak juga burung – burung muda hasil penangkaran yang kukunya terlihat memanjang.
  • Perhatikan paruhnya, paruh burung yang masih muda biasanya terlihat basah pada pangkal mulutnya, serta  paruhnya akan berwarna lebih muda ketimbang yang tua. 
  • Burung bakalan muda tidak seliar burung tangkapan yang sudah dewasa.  

Hal terpenting dalam memilih burung bakalan
Beberapa  hal yang harus diperhatikan dalam memilih burung bakalan muda baik itu bakalan muda hutan ataupun bakalan muda tangkaran. 

Jenis kelamin Jantan
Pastikan anda sudah mengetahui burung tersebut berkelamin jantan untuk tipe burung kicauan, lain halnya jika burung tersebut adalah burung Cucak Rawa, Lovebird, dll. 

Kondisi Fisik yang sehat
Pengertian sehat dapat dicirikan dengan gerakan burung relatif tenang dan stabil, bergerak tidak berlebihan. Burung yang bergerak secara berlebihan dapat menandakan burung tersebut sedang stress atau sebaliknya burung terlihat lemas yang dapat menandakan burung tersebut sedang dalam kondisi tidak sehat. Burung bakalan yang tidak sehat juga dapat dilihat dari warna bulu yang terlihat kusam dan kondisi bulu yang mengembang. Burung bakalan yang tampak sayapnya turun ke bawah dan bulu kepada berdiri dan leher di pendekan seperti dalam kondisi kedinginan serta mata yang sering terlihat seperti mengantuk, maka dapat dipastikan burung tersebut dalam kondisi sakit. Burung dalam kondisi seperti ini sebaiknya tidak dibeli. Sinar mata burung yang sehat biasanya terlihat jernih dan tajam serta bulunya sempurna dan berkilau.

Burung Tidak Cacat
Pilihlah burung yang anggota tubuhnya dalam kondisi baik, tidak buntung pada jari jemarinya, mata yang sehat, tidak terkena penyakit katarak atau buta, saya terlihat kokoh dan paruh utuh.
Penampilan fisik tubuh kicauan yang sempurna akan menambah daya tarik bagi pemeliharanya, lebih jauh jika burung tersebut dilombakan akan membawa kebanggan bagi pemiliknya. Cacat tubuh pada burung dapat dikarenakan beberapa hal, seperti terjerat jala saat penangkapan atau burung kurang baik pada saat distribusi ke kios/pedagang atau juga dapat karena burung terlampau liar sehingga menabrak atau tersangkut pada jeruji sangkar.

Bentuk Fisik yang mempunyai ciri khusus dan proporsional
Masing masing jenis burung mempunyai ciri khusus untuk menunjukan bahwa burung tersebut adalah burung bakalan yang baik. Namun secara umum ciri fisik burung bakalan yang baik adalah sebagai berikut :
•    memiliki dada yang bidang
•    mata yang jernih dan tajam
•    kaki yang kokoh serta cengkraman yang kuat
•    body yang lencir (besar dan panjang namun terlihat gagah)
•    bulu yang mengkilat
•    Paruh, pilihlah yang posisinya proporsional.
•    pada burung tertentu seperti murai batu, pilihlah burung dengan kepala papak yang biasanya mengindikasikan mental yang baik ,pilihlah burung yang memiliki lubang hidung yang kecil, menurut pengalaman kicaumania, burung yang memiliki lubang hidung yang kecil biasanya akan berkicau panjang dan kristal.
Catatan khusus: Untuk trend penghobi saat ini, misalnya penghobi Anis Merah (AM), pemilihan fisik AM jantan justru tidak mengikuti "pakem" tersebut. Sebab, telah berkembang pola penilaian AM yang lebih memberi poin penting untuk gaya teler. Gaya teler aneh (mbebek, doyong dsb) biasanya dihasilkan oleh AM yang berpenampilan fisik tidak proporsional. Misalnya, leher pendek, cara berdiri ndlosor tidak tegak, kepala terlihat pipih, kaki tidak membentuk huruf I kembar tetapi membentuk huruf X dan sebagainya.AM-AM dengan penampilan gagah, panjang/lencir, cenderung bergaya teler nekuk leher secara ketat (klasik).

Rajin Ngeriwik (berkicau)
    Akan lebih baik jika kita dapati burung bakalan yang kita beli telah rajin ngeriwik (berkicau secara perlahan) rajin untuk belajar berkicau atau bahkan mau berkicau. Sukur-sukur kita mendapatkan burung dengan volume diatas rata-rata yang dapat menjadi modal jika nantinya kita berniat untuk mengikutsertakan burung tersebut ke pentas lomba. Untuk burung piyik, pilihlah burung yang jika diberi makanan dia akan merengek lebih keras dan terlihat mendominasi burung lainnya.

Branjangan VS Pipit

Sekedar informasi tambahan agar kita tidak salah memilih burung branjangan dan burung pipit. karena dari segi fisik kedua burung ini sama - sekali tidak ada perbedaan mencolok, kecuali pada bagian paruh dan jambulnya , burung pipit mempunyai paruh yang memanjang berbeda dengan burung branjangan yang memiliki paruh pendek.

untuk lebih jelasnya mari kita lihat perbedaan masing-masing burung ini: 

 Branjangan : Australian Bushlark : Mirava Javanica






Pipit Group :Paddy Field Pipit




Semoga info ini berguna bagi kalian yang berniat membeli burung ini di pasaran. 

Tips Branjangan Macet Bunyi

Ada beberapa faktor yang bisa membuat burung branjangan ogah berbunyi (macet) baik itu gacor atu ngeriwik. Beberapa penyebabnya antara lain
  • lingkungan dalam kandang
  • Branjangan terkena kutu
  • Makanan yang kurang bagus
  • Kekurangan mineral atau vitamin
  • Burung stress
  • dan sebagainya
Untuk mengatasi masalah masalah tersebut dilakukan perawatan yang berkala (terapy) baik dari pengaturan pola makan dan juga pengaturan lingkungan kandangnya

  1. Jaga kebersihan kandang
    Hal yang paling utama dalam perawatan burung berkicau adalah
    kebersihan kandang, karena kotoran yang tidak dibersihkan dalam waktu yang lama bisa menimbulkan banyak penyakit baik bagi burung atau bagi pemiliknya sendiri, bahkan juga bisa membuat burung terjangkit bakteri atau menjadi lahan subur buat kutu-kutu berkembang biak.

  2.  Pembersihan kutu burung
    Tanda tanda burung branjangan sudah terkena kutu adalah gelisah, untuk
    mengobatinya bisa dengan cara
    Menggunakan air rebusan daun sirih, disemprotkan keburung selama 1
    minggu setiap pukul 4 sore, dan burung segera dikerodong setelah bulu-bulunya hampir kering ( setengah kering)
    Menggunakan obat anti kutu yang banyak tersedia di pasar-pasar burung
  3. Mengganti Pasir atau batu bata secara berkala.
    Pasir ataupun batu-bata yang mengendap lama dalam kandang juga bisa
    menjadi penyebab tumbuhnya kutu-kutu, telur-telur cacing atau bakteri-bakteri lain yang bisa muncul. oleh karena itulah penggantian media pasir dan bubukan batu bata sebaiknya dilakukan setiap 2-3minggu sekali. Dalam memberikan media pasir dan batu bata sebaiknya terlebih dahulu pasir harus benar-benar bersih dari kuman/telur cacing dengan cara. Pasir dijemur dahulu di panas matahari atau bisa juga di sangrai (goreng tanpa minyak) hal iniu unuk mengurangi atau menghilangkan kuman-kuman atau juga telur-terlur kutu yang sebelumnya ada dalam media pasir tersebut.
  4. Mengganti Air Minuman dan Pakannya setiap hari.
    Air minum yang sudah berlumut bisa menjadi sarang kuman, oleh karena
    itulah segeralah mengganti air minumnya dengan air bersih minimal 1 hari sekali begitu juga dengan makanannya.
  5. Digantung di tempat yang tinggi
    Jika branjangan masih mogok berbunyi sementara pola rawatan sudah
    dirasa benar coba gantung brnjangan ditempat yang lebih tingi, misalnya di kerek atau digantung di loteng jika rumah anda bertingkat.
  6.  Pemberian Pakan hidup
    Pemberian pakan hidup semisal jangkrik yang kakinya terlebih dahulu
    dipotong, atau undur-undur bisa membuat branjangan lebih aktif bergerak karena mengejar-ngejar binatang buruannya tsb.
  7. Pemberian belalang sawah
    Belalang sawah adalah pakan utama dari branjangan , jadi rutinlah memberikan belalang sawah ini setiap 3 ekor P/S. NB: Belalang sawah/simet pilh yg kecil.
  8.  Pertemukan dengan burung betina atau trotolan
    dengan seringnya mempertemukan burung branjangan macet bunyi dengan bureung betina atau trotolan bisa memancing burung untuk berbunyi atau bisa menaikan birahi burung
  9. Disemprot Air Halus
    Mandikan Branjangan secara rutin, setiap 2 atau 3 hari sekali, bila cuaca
    panas. Penyemprotan secara halus, dan bila burung menyukainya akan mengepak ngepakan sayapnya.
  10. Penjemuran 
    Di habitatnya Branjangan kuat hidup di panas yang terik, jemurlah selama beberapa jam dan jika burung terlihat bersembunyi di balik pakannya atau terlihat menghindari panas berarti sudah waktunya diangkat dan digantung ditempat sejuk.



Cara Menjinakan Burung Bakalan Liar




Secara umum bila burung bakalan kicauan anda hanya diberi makan dan minum tanpa perawatan khusus maka burung kicauan anda akan lama jinaknya oleh sebab itu dibutuhkan tips tertentu agar lebih cepat jinak, diantaranya adalah:
  • Pada hari pertama anda mendapatkan burung pastikan burung bakalan mau makan, karena kalau tidak mau makan berarti burung anda tidak ada niatan untuk hidup. dan yang jelas anda harus tau makanannya apa? bedakan burung pemakan serangga dengan buah buahan oleh sebab itu berikan makanan yang sesuai dengan makanan kesukaannya.
  • Letakkan burung ditempat yang sering dilalui manusia agar lebih cepat manusiawi alias cepat beradaptasi dengan manusia.
  • Buat burung anda lapar sehingga burung akan bergantung dengan anda namun jadwal memberi makan harus diatur. misalnya pagi diberi jangkrik 3 ekor setelah itu biarkan sampai siang setelah jam 12 beri lagi 2 ekor jangkrik sampai sore jam 5 beri lagi jangkrik 3 ekor. lakukan sampai beberapa hari agar burung liar anda bergantung dengan anda saat lapar, setelah seminggu dijamin burung anda akan mendekati anda bila dia lapar.
  • Setelah melewati masa 1 minggu dari masa perawatan anda mendapatkan burung liar, maka sudah bisa dipastikan bahwa burung liar anda ada niatan untuk hidup. selanjutnya mulai bisa diatur perawatan lebih khusus diantaranya adalah melakukan pemandian.
  • pada hari ke 8 Setelah diberi jangkrik 1 ekor saja mandikan burung dengan cara disemprot perlahan dari posisi atas sangkar. setelah disemprot atau dimandikan jemur burung, setelah terlihat kering berikan 2 ekor lagi jangkrik.
  • Jangan biasakan memberi makan burung dengan tangan hal ini agar burung anda nanti tidak manja. jadi, letakkan jangkrik selalu di tempat pakannya.
  • Lakukan perawatan pemandian dan pengaturan makan secara rutin, setelah 2 minggu perawatan biasanya burung tela jinak dan bergantung anda dalam hidupnya.
  • Setelah burung jinak maka tinggal menunggu saja burung kicauan anda pasti akan segera bertengger atau bunyi.
  • Bila anda ingin burung liar anda mau makan voer hal ini butuh proses agak lama lebih kurang 1 bulan. caranya dengan mencampurkan vour dengan ulat kandang atau dengan kroto. lakukan secara berturut turut dalam waktu 2 mingguan burung anda sudah terlihat kotorannya bercampur warna vour hal ini menandakan burung anda telah makan vour.
Hal terpenting dalam perawatan burung agar menjadi sesuai dengan yang diharapkan para KicauMania adalah Rutinitas perawatan Terjadwal

Membuat Ciblek Cepat/Jadi Gacor

OM Adyth,Bagaimana membuat burung ciblek menjadi cepat gacor ? kuncinya ada di perawatan dan juga yang tak kalah penting adalah mental dari si burung itu sendiri. seperti kita tahu ciblek yang sudah kita kenal ada dua macam jenis yaitu Ciblek dada putih dan Ciblek dada putih kekuningan. dari kedua jenis ciblek tersebut terdapat perbedaan karakter dari keduanya. Burung ciblek dada putih misalnya, kalau sudah kalah bertarung biasanya burung ini akan lebih lama pulihnya dibandingkan dengan burung ciblek dada kuning atau putih kekuningan. 
sebelum berlanjut dengan topik perawatan harian, kita bahas dahulu mengenai burung ciblek si burung kecil petarung ini untuk menambah pengetahuan kita. 
Ciblek atau bahasa latinnya Prinia Famillia ini adalah burung kecil yang sekitar tahun 80 - 90an masih banyak bercengkrama di sekitar halaman rumah kita. suara khasnya yang menjadikan burung ini digandrungi oleh para kicaumania di seluruh indonesia dan menjadikan burung ini menjadi naik daun dan berangsur-angsur mulai jarang terlihat di alam bebas. penangkapan yang berlebihan menjadi salah satu sebab menghilangnya burung ciblek di pekarangan ataupun di kebun-kebun.

 Ciblek jantan dan betina bisa dibedakan dari warna paruh bagian bawahnya. untuk ciblek jantan dewasa warna paruh seluruhnya adalah berwarna hitam sedangkan untuk jantan muda warna paruh bagian bawahnya berwarna putih kepucatan dengan sedikit warna hitam di ujung paruhnya, sedangkan untuk ciblek betina warna paruh bagian bawahnya berwarna putih.


Variasi suara burung ciblek biasanya senada dan diperdengarkan dengan tempo tinggi (ngotot) dan terus menerus, sehingga enak di dengar. Beberapa ciblek telah dapat di master dengan suara burung lain. Istilah suara tembakan, suara ngebren adalah istilah yang biasa di gunakan oleh penggemar burung ini untuk menggambarkan suara burung ciblek yang sedang berkicau. Suara tembakan adalah suara burung saat memperdengarkan suara kerasnya secara satu persatu dengan tempo nada yang tidak begitu rapat. Ngebren adalah suara ciblek yang di perdengarkan dengan tempo tinggi/rapat dan keras. Rasanya jarang kita temui burung ciblek yang bersuara ”setengah hati”. Variasi suara burung ini akan tergantung pada kecerdasan burung dalam menangkap dan merekam suara burung lain disekitarnya.

Tidak saja untuk di pertandingkan, burung ciblek juga dikenal sebagai burung ”master” yang baik, khususnya untuk burung kenari, branjangan, cucak hijau dan lainnya.

Perawatan harian burung ciblek

Makanan utama yang wajib disiapkan untuk ciblek setiap harinya adalah :
1. Jangkrik kecil ( atau jangkrik dewasa setelah di potong kepala, kaki dan sayapnya )
2. Ulat ( bisa Ulat kandang / Ulat Hongkong ) 
3. Kroto 
4. Voer lembut ( banyak kicaumania yang menambahkan susu bubuk kedalam voernya )

Rawatan harian untuk Ciblek Dewasa
  • Rawatan harian bisa dimulai dengan pemberian jangkrik kecil 3 ekor Pagi / Sore
  • Ulat ( untuk UH sebelum diberikan sebaiknya kepala ulat dipotong dulu, dan lebih bagus lagi jika diberikan UH yang masih berwarna putih / ganti kulit ) sebanyak 3 ekor P/S
  • Kroto sebaiknya minimal 2 x seminggu atau 3 x seminggu. 
  • Voer diberikan voer lembut dan dicampur dengan susu bubuk. 
  • Penjemuran minimal 2 s/d 3 jam setiap hari. 
  • Sewaktu menggantang burung ini usahakan berjauhan dari burung sejenis atau burung predator lainnnya seperti Toed/cendet/pentet. 
  • Tempel dengan burung betina / burung muda maksimal 2 x seminggu selama 1 - 2 jam, untuk mengasah mentalnya.
Sebetulnya kunci dari pada perawatan harian burung adalah tergantung dari setelan harian yang kita biasakan untuk burung kicauan kita, dan setelan itulah yang dijadikan sebagai patokan dari perawatan burung setiap harinya. Cobalah lakukan perubahan perawatan seperti jumlah jangkrik/ulat yang diberikan setiap harinya lalu amati perkembangan burung tersebut apakah burung tersebut semakin agresif , rajin berkicau atau malah menjadi malas berkicau, cari setelan yang menurut anda adalah setelan yang cocok diterapkan pada burung anda setiap harinya. biasanya setelah anda menemukan setelan yang pas untuk burung anda maka burung pun akan lebih maksimal dan tentulah hal ini yang sangat diharapkan oleh kicauan mania, memiliki burung yang gacor di rumah ataupun di arena kontes . 

Tips Perawatan Burung Kacer

OM Adyth,,Kunci dalam bermain Kacer di lapangan adalah rawatan harian.
Kenapa ?? Seperti yang seringkali di ulas bahwa yang paling penting kita atur adalah mental, emosi dan birahi Kacer .
Burung fighter seperti Kacer memang diibaratkan petarung yang harus komplit memiliki; mental, stamina dan killing puch.
mental kurang = mbagong
stamina kurang = mbagong (awal kerja separoh jln mbagong)
killing punch = ga menang (ngerol aja ga punya tembakan,puayaahhh....)

Makanya sering muncul istilah “jalani rawatan pemilik sebelumnya” yang
menjadi solusi singkat walau belum tentu jitu. Kenapa ?? Apakah kita yakin betul dengan rawatan pemilik sebelumnya Kacer tersebut telah stabil, atau hanya kebetulan saja pada saat tsb dia mau nampil.

Jadi bermain main dengan burung kacer ada 3 point ;

  1. Membaca dan memahami karakter Kacer kita (ini dibutuhkan pengamatan yang perlu waktu & kesabaran).
  2. Rawatan Harian adalah fooding,kandang dan tangkringan,mandi & jemur juga banyak yang menggunakan Umbaran.
  3. Rawatan/Setting Lapangan.

A. RAWATAN HARIAN


Penjemuran

Penjemuran kacer harus dibuat rutin setiap hari agar burung lebih fit & mempunyai
nafas yang lebih panjang. Durasi Jemur bisa dinaikan secara bertahap setiap minggunya
contoh : 
  •   minggu 1 jemur dari jam 8 s/d jam 10
  •   minggu 2 jemur dari jam 10 s/d jam 10.30
  •   Dan seterusnya sampai ketika di jemur lama kacer tidak membuka mulutnya
Ketika penjemuran sedang dilakukan, coba keluarkan semua pakannya, ini gunanya untuk menambah tebal suaranya. Setelah selesai dijemur taruh kandang ditempat yang teduh untuk diangin-anginkan sampai mulutnya tidak mangap lagi kemudian masukan dahulu Voernya pasti dia akan memakan karena selama penjemuran kacer tersebut tidak makan sama sekali.
Kenapa Voernya dahulu yang diberikan adalah supaya sewaktu memakan voernya ikut tertelan juga lendir kering yang ada dikerongkongannya.
Setelah memasukan Voer makanannya selama 15 menit baru masukan air minumnya. Air larutan bagus diberikan pada kacer dan berguna untuk kejernihan suara burung tersebut. Kalau air Larutan tersebut diminum sampai habis baru kita ganti dengan air putih sampai esok pagi.




Mandi
Mandi berguna untuk menstabilkan birahi/emosi, jadi pada dasarnya kita biasakan Kacer tersebut untuk mandi setidak-tidaknya 1x setiap harinya. Efek lain dari mandi adalah sedikit mengurangi kelelahan kacer dan mengurangi emosi.
Tapi banyak juga yang kacernya kurang ngedur memandikan Kacernya berapa hari sekali ini agar birahi nya naik karena panas badannya.
Tips : Cobalah mandikan kacer pada waktu malam, ini salah satu solusi juga untuk mengurangi/menghilangkan mbagong, dan akan lebih bagus lagi jika menggunakan air dingin.  Dan pada saat mandi itulah kita berikan EF dan membersihkan kandangnya.

Ekstra Fooding


Buah

Buah-buahan bagus diberikan pada kacer yang berfungsi untuk menurunkan birahi & menajamkan suara.
Buah-buahan yang biasa diberikan pada kacer adalah ;


  • Pepaya, Lebih sering diartikan untuk menurunkan birahi (walau tidak signifikan)
  • Apel, Biasanya digunakan untuk menajamkan suara (walau tidak signifikan) dan membikin suara menjadi lebih jernih.
  • Pisang  : banyak yang bilang pemberian kacer malah membuat  kacer jadi gemuk. ini solusi buat anda yang punya burung kacer yang ingin kacernya terlihat gede/super :).
Jangkrik
Sudah menjadi rahasia umum bahwa jangkrik digunakan utk power suara Kacer tapi juga bisa menaikkan birahi kacer.
Untuk harian jangan diberikan terlalu banyak agar terjaga birahinya.Menjelang lomba baru di naikan karena lomba memerlukan energi extra
Persiapan kacer ke lomba:


  • Jangan dulu dipertemukan dengan Kacer lain dan juga burung Muray Batu.
  • Pada pagi hari kacer dimandikan setelah itu dimasukan ke kandang umbaran untuk menguatkan otot-otot sayapnya.
  • Jemur sekuatnya.
  • Pada Sore harinya burung dimandikan dan kembali dimasukan kedalam kandang harian.
  • Berikan EF dan pada minggu-minggu terakhir pemberian EF ini ditingkatkan, contoh : Senin pagi jangkrik 5 , sore jangkrik 5
    Selasa pagi jangkrik 6 , sore jangkrik 6

    Rabu  : 7-7 + Ulat Hongkong

    Kamis : 8-8 + Ulat Hongkong

    Jum'at : Burung mulai dipindahkan ke sangkar khusus lomba s/d sabtu
    Minggu EF kembali normal 5-5 cuma di tambah dengan pemberian Ulat Hongkong 
  • Turun yg ke 2 lihat performa main pertama tadi baru di tambah EF secukupnya (Jangkrik+Ulat Hgk)
Tips : 
Saya pribadi menyukai settingan rendah utk jangkrik pada hariannya, kalau bisa maksimal 3-4 ekor/hari. Teknisnya disesuaikan dengan aktifitas kita, bisa dilakukan dengan pemberian sekaligus atau diatur 2x pemberian. Yang terpenting kita coba biasakan dengan kebiasaan dan kesanggupan kita.
Untuk Kacer yang mbagong baik di poloskan dulu saja (tidak diberi jangkrik ) atau diberikan jangkrik hanya 1x1 saja/harinya jangkrik terbanyak yang pernah saya tahu sekitar 120 ekor,ini diberikan pada H-1.

Cacing

Cacing bisa diberi untuk menurunkan efek birahi pada Kacer.
Tips : Usahakan cacing di hapus dari harian kecuali Kacer yang kita miliki adalah Kacer muda, karena Kacer muda rata-rata memiliki birahi yang LABIL dan cenderung di bawah standar.

Kroto
Walaupun masih banyak yang jarang memakai Kroto tetapi fungsi Kroto juga adalah untuk membuat kacer gacor & birahi cepat naik jadi lebih total ketika di adu.

Ulat Bambu (UB)

Biasa diberikan 1-3 ekor di lapangan ketika di adu kacernya nubruk2 sangkar/ngejeruji alias kegalakan.UB berfungsi untuk menurunkan birahi,jadi ini juga salah satu trik agar kacer tidak mbagong ketika di adu ,tetapi juga ini semua bergantung dari karakter burung kacer masing-masing.

Ulat Hongkong (UH),

sebaiknya jangan menggunakan UH sebagai EF harian karena UH memiliki efek (emosi)/panas tubuh yang instan.baik diberikan ketika hari hujan tidak ada panas,menjelang lomba ini biasa ane berikan 1-2 sesi sebelumnya,takaran bisa 10-20 ekor

B. Kandang dan Tangkringan


Kandang Harian

kita pilih yang mudah dibersihkan biasa menggunakan sangkar kotak/tempe ukuran bisa 40x40x70,40x45x70 dsb. Biasakan membersihkan kandang setiap hari agar kacer tidak gampang terkena kutu dan juga rumah kita tidak bau.

Kandang Lomba

Sesuaikan dengan kondisi kantong anda saja ^^

Tangkringan

Sesuaikan dengan gaya main nya dan pastikan dalam memasang tangkringan ekor  kacer jangan sampai terkena jeruji kandang agar tidak mudah  patah / rusak bulu ekornya.

Tangkringan Model Sejajar

Bisa digunakan secara bertingkat sejajar untuk kacer dengan gaya naik-turun lincah sambil mengkibas-kibaskan ekor, goyang mang....

Tangkringan Model Palang

Tangkringan palang bisa dipakai untuk kacer yang tidak terlalu banyak bergaya cenderung agar lebih nancap/nagen.

Tangkringan Model 3 tangkringan

Banyak ditemukan di daerah bangka, 2 dibawah,1 di atas (tengah2) salah satu cara agar kacer main tidak turun ke bawah.

C. Rawatan Mabung

- Jangan dimandikan,
- Full kerodong,
- Bersihkan kandang 2-3 hari sekali
- Saat yang tepat untuk rubah/reset settingan
- Saat tepat untuk memaster kacer
- EF normal harian saja

Selesai Mabung

- Mulai mandikan
- Terus di master
- EF di biasakan kembali
- Ketika bulu sudah full semua baru pelan2 di jemur lagi
- Kurang lebih 1 bulan full jemur tunggu bulu tuaan,baru mulai di lombakan kembali

Membedakan Ciblek jantan dan betina


Burung Ciblek jantan ataupun betina bisa diketahui dari fisik dan warna paruh bagian bawah , hal ini berlaku juga untuk burung jenis Prinia. Apa saja yang membedakan ciblek jantan dan betina? Beberapa panduan ini bisa digunakan:

Ciblek jantan:                                                                                                                                                                                                                                                                              
1.Ciblek jantan yang masih muda, perhatikan pada bagian bawah paruhnya yang berwarna putih apakah ada bagian ujung paruh yang berwarna hitam, karena jika ujung paruhnya berwarna hitam maka sudah dipastikan burung tersebut adalah burung ciblek muda jantan.
2.Jantan dewasa bagian bawah paruhnya berwarna full hitam.
3.Badan lebih besar dan ekornya lebih panjang dari yang betina.
4.burung jantan  akan mengeluarkan suara yang bervariasi namun monoton dengan tembakan ciri khasnya ’ciklak..ciklak..ciklak dan biasanya diselingi dengan tembakan rapat crecetetet... "
5.Burung jantan akan langsung bereaksi begitu melihat burung lain sesama jenisnya. sedangkan
6.Bulu dada atas dan samping kanan kiri berwarna hitam.
7.Bulu dada ke bagian perut kuning keputih-putihan.
8.Atap kepala hingga ke sayap abu-abu gelap.
9.Kepala condong bulat agak besar atau istilah jawa Njambe.
10.Kaki panjang proposional dengan cengkraman kuat, ini merupakan ciri fighter bagus.
11.Paruh tebal hitam dan rongga mulut juga hitam.
12.Mata cerah bulat dan belotot. Mata yang memerah menandakan bahwa burung jantan sudah dewasa.
13.Ekor agak panjang dan rapat.

Ciblek betina:
                                                                                                                      
1.Bagian bawah paruh berwarna putih polos.
2.Badan  lebih kecil serta ekor lebih pendek dari yang jantan.
3.Bulu dada kuning keputihan.
4.Mempunyai alis berwarna putih di atas mata.
5.Suara burung betina monoton dan hanya membalas tembakan dari sang jantan ’ciap..ciap..ciap’ dan sering bersuara memanggil ’ ci..ci..ci ’

 

close


Jangan Lupa Like And Follow Yach!!!

×
Diberdayakan oleh Blogger.